MALANG, 3 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) Kolaborasi 2026 dalam sebuah acara penyambutan hangat di Balai Desa Bendosari pada Senin (3/8). Penerjunan mahasiswa Kelompok 43 di wilayah Bendosari-Dadapan Wetan ini mengusung visi “Mengabdi, Berdaya, Berkarya” untuk bersama membangun Bendosari yang sejuk, asri, dan mandiri.

Di tengah beredarnya isu mengenai penolakan KKN MAs di wilayah Malang, penerimaan di Desa Bendosari justru membuktikan hal yang sebaliknya. Kehadiran mahasiswa KKN MAs di Bendosari menjadi potret aksi toleransi nyata dan indah

nya harmoni ukhuwah Islamiyah. Masyarakat dari berbagai latar belakang, saling bahu-membahu menyambut program pengabdian ini dengan penuh kekeluargaan. Hal ini menegaskan bahwa KKN MAs bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud nyata persyarikatan Muhammadiyah dalam merangkul semua golongan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat secara inklusif dan damai.

Ketua Kelompok 43 KKN MAs 2026, Tegar Tutu Empar Pranata, bersama timnya telah memetakan berbagai program kerja strategis yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan riil Desa Bendosari. Selama satu bulan masa pengabdian, mahasiswa KKN MAs berfokus pada tiga pilar utama pemberdayaan masyarakat, yaitu:

Kepala Desa Bendosari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Bendosari sebagai lokasi pelaksanaan KKN. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di Desa Bendosari. Semoga selama menjalankan pengabdia

n, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat, menggali potensi desa, serta memberikan manfaat yang nyata bagi warga,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga menegaskan bahwa KKN ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa turun langsung mengidentifikasi kebutuhan desa dan merumuskan solusi berkelanjutan bersama masyarakat sebagai mitra.

Kepercayaan dari Pemerin

tah dan masyarakat Desa Bendosari menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota Kelompok 43 KKN MAs. Melalui semangat kolaborasi tanpa sekat dan toleransi beragama yang kuat, KKN MAs 2026 diharapkan dapat menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pembangunan desa.

Oleh: Edina Maria Muttaqin

Sumber Informasi & Rujukan LHKP
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Warta Ortom & Lembaga

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...