MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan ulama asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz pada Senin (12/10) di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama keagamaan, penguatan persatuan umat Islam, serta kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Palestina.

Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, bersama sejumlah pimpinan majelis PP Muhammadiyah.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan Muhammadiyah dengan Darul Mustafa, lembaga pendidikan Islam yang berada di Yaman.

Anwar menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan Habib Umar bin Hafiz. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara Muhammadiyah dan Darul Mustafa.

“Dalam dialog kami tadi, saya melihat bahwa ternyata beliau sudah mengenal Muhammadiyah. Ini merupakan satu hal yang patut kita syukuri,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, Habib Umar mengaku baru pertama kali berkunjung ke Muhammadiyah. Karena itu, Anwar berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program bersama, termasuk rencana kunjungan sejumlah perwakilan Muhammadiyah ke Yaman.

Menurutnya, kerja sama yang dibangun dapat berfokus pada bidang keulamaan dan keagamaan, terutama dalam mengembangkan nilai-nilai Islam yang memberikan manfaat bagi kemajuan umat manusia dan kemanusiaan.

“Karena beliau merupakan seorang ulama, tentu kita akan bekerja sama dalam bidang keulamaan dan keagamaan,” ungkapnya.

Selain membahas kerja sama keagamaan, pertemuan tersebut juga menyinggung persamaan perhatian Muhammadiyah dan Habib Umar bin Hafiz terhadap kondisi rakyat Palestina dan Sudan, khususnya anak-anak di Gaza.

Anwar menyampaikan bahwa putra Habib Umar yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengharapkan keterlibatan Muhammadiyah dalam membantu anak-anak Gaza, terutama melalui bidang pendidikan.

“Mungkin hal ini nantinya bisa kita kembangkan melalui webinar yang mempertemukan Muhammadiyah, Darul Musthafa, dan anak-anak dari Gaza. Dalam webinar tersebut, kita bisa berdiskusi tentang agama dan masa depan,” jelas Anwar.

Selain gagasan tersebut, delegasi Habib Umar memaparkan dua peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Muhammadiyah, yaitu dukungan terhadap halaqah Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsa dan pengembangan pendidikan daring bagi pelajar serta mahasiswa Gaza.

Program halaqah Al-Qur’an yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut berada di bawah naungan Waqf Al-Musthafa. Program ini disebut menargetkan 12.000 kali khatam Al-Qur’an setiap bulan serta melibatkan warga Baitul Maqdis yang memperoleh santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Muhammadiyah ditawari peluang untuk mendukung satu atau beberapa halaqah melalui skema sponsor atau wakaf. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat setempat.

Sementara itu, program pendidikan daring ditujukan untuk membantu pelajar dan mahasiswa Palestina yang kehilangan akses pendidikan akibat perang. Inisiatif yang dipaparkan delegasi tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan lembaga dan universitas di Yordania.

Peluang kolaborasi ini masih memerlukan pembahasan dan tindak lanjut antarlembaga, termasuk pematangan mekanisme pelaksanaan, pendanaan, dan pengawasan program.

Habib Umar Apresiasi Muhammadiyah

Sementara itu, Habib Umar bin Hafiz menyampaikan kebahagiaannya dapat berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah dan bertemu dengan para pimpinan organisasi tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membicarakan tanggung jawab bersama dalam memperkuat persatuan umat Islam.

Dalam keterangannya, Habib Umar menekankan pentingnya memperluas kerja sama yang berorientasi pada pelayanan terhadap umat dan syiar Islam.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan lembaga Islam, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Habib Umar juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, anggota, dan seluruh pihak yang menjalankan Muhammadiyah atas sambutan yang diberikan.

“Alhamdulillah, kami telah menyaksikan sendiri dan merasakan ketulusan, kesungguhan, serta niat baik mereka untuk memberikan manfaat bagi umat ini, dengan semangat yang menyatukan umat dan mempererat persaudaraan,” tuturnya.

Habib Umar berharap hubungan baik yang terjalin dapat berlanjut dalam kunjungan berikutnya ke Indonesia. Ia juga menyampaikan keinginan untuk mengunjungi pusat kegiatan Muhammadiyah di Yogyakarta.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Darul Mustafa melalui kolaborasi keagamaan, penguatan persatuan umat, serta berbagai program kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Taufik Hidayat)

Sumber Informasi & Rujukan muhammadiyah.or.id
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...