Yogyakarta, Suara 'Aisyiyah — Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah (PPNA) menggelar Taaruf Periode 2026-2030 dengan tajuk "Meneguhkan Amanah, Menguatkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan", Jumat (2/10/2026) di Yogyakarta.
Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Acara dipandu oleh pembawa acara Eka Anisasari. Salah satu rangkaian acara diisi dengan persembahan dari siswi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, serta pembacaan kalam ilahi oleh siswi Madrasah Mu'allimat.
Selanjutnya, pembacaan komitmen dipimpin oleh Izzatul Himmah dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Umum PPNA, Desi Ratna Sari. Pidato iftitah disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah periode 2026-2030, Monica Subastia.
Pentingnya Dimensi Irfani di Era Digital
Dalam amanatnya, Haedar Nashir menyampaikan keyakinannya bahwa PPNA periode ini dapat berjalan lebih dinamis dan berkemajuan.
Ia mengingatkan pentingnya mengetahui arah tujuan pergerakan, sekalipun detail jalan yang akan dilalui tidak selalu dapat diketahui secara pasti, dengan tetap berpegang pada prinsip taqdimul aham minal muhim, yaitu mendahulukan yang lebih penting dari yang penting.
Haedar menyoroti bahwa era digital membuat realitas kehidupan semakin kompleks. Jika tidak pandai menghadapinya, menurutnya, seseorang bisa berada dalam posisi kalah dan terlalu larut dalam media sosial.
Ia menegaskan, bahwa Nasyiatul 'Aisyiyah berada dalam sistem besar Muhammadiyah yang telah memiliki tradisi besar. Di samping dimensi bayani dan burhani, Haedar meyakini dimensi irfani turut memberi kontribusi penting bagi proses kemajuan gerakan, yakni dimensi rasa dalam ber-Muhammadiyah, termasuk kepasrahan kepada Allah ketika menghadapi keresahan dan beban dalam menjalankan amanah organisasi secara fi sabilillah.
BACA JUGA
Di tengah kemajuan sistem digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Haedar mengingatkan bahwa manusia tetap harus menjadi bagian penting yang menjaga arah gerakan, sekalipun teknologi terus berkembang.
Haedar juga mengingatkan bahwa Nasyiatul 'Aisyiyah, sebagai bagian dari ekosistem Persyarikatan Muhammadiyah, memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan gerakan.
Ia berharap, kader NA mampu membaca, merespons, dan mengelola perubahan zaman, karena perjalanan panjang Muhammadiyah dan organisasi otonom lainnya bukan semata soal usia, melainkan kemampuan untuk terus beradaptasi dan menjadi lebih baik.
Semangat Baru Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan
Dalam pidato iftitahnya, Ketua Umum PPNA, Monica Subastia menekankan pentingnya menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan perempuan muda di tengah tantangan dakwah yang semakin kompleks.
Ia menegaskan, bahwa dakwah hari ini membutuhkan inovasi untuk menemukan model yang efektif sekaligus efisien.
Monica juga menegaskan bahwa kekuatan NA tidak hanya berada di tingkat pusat, melainkan juga pada kader-kader di tingkat cabang, ranting, hingga pelosok desa yang membutuhkan ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Ia mengingatkan bahwa penguatan gerakan NA periode 2026-2030 tidak harus selalu diwujudkan melalui program yang sepenuhnya baru.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.