Pelantikan PLhT pada acara seminar parenting Sekolah Kreatif Baratajaya di Auditorium Ternate Aseec Tower UNAIR, Sabtu (26/9/2026) (Suara ‘Aisyiyah.id)
Surabaya, Suara ‘Aisyiyah — “Saya di rumah menerapkan Seven Habits, yaitu dahulukan yang utama.” Kalimat itu terlontar dari Namia Aleesya Oxavia di hadapan ayah dan bunda wali murid SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
Pengalaman sederhana tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pembelajaran Leader in Me tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga anak-anak bawa ke lingkungan keluarga.
Namia menyampaikan pengalamannya dalam seminar parenting bertema The Family The Leader berempat di Auditorium Ternate Aseec Tower Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (26/9/2026).
Menurut Naima, kebiasaan yang ia pelajari di sekolah juga dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Selain di rumah, pembelajaran di sekolah dan lingkungan bermain juga kami terapkan,” ujarnya.
Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang menurutnya bermanfaat untuk kehidupan mendatang. “Pembelajaran Leader in Me itu sangat bagus. Dapat saya jadikan bekal untuk masa depan kita,” katanya.
Pengalaman Namia menjadi bagian dari pembahasan seminar yang diikuti para wali murid. Sekolah Kreatif Baratajaya, sebutan SD Muhammadiyah 16 Surabaya, selama tiga tahun menerapkan pembelajaran Leader in Me.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah mengatakan, keberhasilan pembentukan karakter anak tidak dapat hanya mengandalkan sekolah. “Nilai-nilai kepemimpinan dapat dijalankan oleh para ayah dan bunda. Keberadaan orang tua menjadi role model kepemimpinan di rumah,” ujarnya.
Menurut Ely, apa yang dilakukan anak di sekolah membutuhkan kesinambungan ketika mereka kembali ke rumah. “Pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri. Sekolah dan keluarga harus saling menguatkan,” katanya.
Sekolah dan Rumah Harus Satu Irama
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Ridwan, menempatkan keluarga sebagai lingkungan penting dalam pembentukan akhlak dan karakter anak.
“Fondasi penanaman akhlak dan karakter adalah tanggung jawab keluarga. Fondasi ilmu pengetahuan menjadi tanggung jawab guru dan sekolah,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ridwan, hubungan antara sekolah dan keluarga tidak cukup hanya dalam bentuk komunikasi. “Sinergi antara sekolah dan keluarga adalah kunci utama kesuksesan sebuah pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk melanjutkan pembiasaan Seven Habits di rumah. “Seven Habits mohon untuk didukung. Tentu di rumah kebiasaan tersebut harus berjalan,” katanya.
Ridwan menyampaikan sambutan sekaligus membuka seminar parenting The Family The Leader. Seminar tersebut diawali praacara sejak pukul 08.00 WIB. Para wali murid mengikuti senam Anak Indonesia Hebat dan lagu Seven Habits Leader in Me. Penampilan siswa turut menghidupkan suasana auditorium.
BACA JUGA
Naura dan Haven memandu praacara. Acara utama kemudian dipandu Fancy Anggraini dan Iswara Pranidana. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan Zahin dan Ghaziya Hafizha Faiha Lubna. Sakhiya Violina bertugas sebagai dirigen.
Perlu Pelibatan Orang Tua
Ketua Komite SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Anda Marzudinta mengatakan, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dari pendidikan anak.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak secara bersama-sama,” tuturnya.
Ketua panitia, Fatimah, mengapresiasi kehadiran para wali murid. “Terima kasih atas kesediaan ayah dan bunda meluangkan waktu untuk hadir dalam seminar parenting ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi keluarga dan anak-anak kita,” ujarnya.
Komitmen melibatkan orang tua juga ditandai dengan pelantikan Parent Lighthouse Team (PLhT) setelah acara seremonial pembukaan.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Surabaya, Dikky Syadqumullah mengatakan, Sekolah Kreatif Baratajaya memiliki hubungan yang kuat dengan keluarga.
“Sekolah Kreatif sebagai rumah kita. Saya dulu juga alumni, dan anak saya semua juga saya titipkan di Sekolah Kreatif,” ungkap Dikky.
Dia mengatakan, sekolah menjadi ruang bagi anak untuk belajar sekaligus bermain. “Di Sekolah Kreatif ini adalah lembaga yang cocok, karena di sini anak kita juga bisa belajar dan bermain,” ujarnya.
Ia menilai, seminar parenting menjadi kesempatan untuk mempertemukan cara pandang sekolah dan keluarga. “Seminar parenting ini adalah momen yang sangat tepat untuk belajar bersama bagaimana mensinergikan antara sekolah dan orang tua. Tumbuh kembang anak kita menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Dari Panggung Siswa ke Materi Parenting
Sebelum materi utama, Band Kreatif tampil membawakan Kita Usahakan Lagi dan Kamu Nggak Sendiri. Perpaduan musik pop, jazz, dan sentuhan dangdut membuat suasana seminar lebih cair.
Ira Nurmasari kemudian memandu peserta memasuki sesi utama dengan mengulas pengalaman penerapan Leader in Me selama tiga tahun di Sekolah Kreatif Baratajaya.
Pengalaman Namia menjadi pengantar bahwa pendidikan karakter tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Sesi berikutnya menghadirkan Nina Yuliana, Education Practice Coordinator dari Dunamis Organization Services.
Melalui tema The Family The Leader, Nina mengajak para orang tua melihat kembali posisi keluarga dalam membangun kebiasaan dan karakter anak.
Seminar tersebut bermuara pada satu hal: pembentukan pemimpin masa depan tidak hanya berlangsung melalui pelajaran di sekolah, tetapi juga melalui kebiasaan kecil bersama keluarga di rumah. (Ahmad Mahmudi)-Nely
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.