Kontingen Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel meraih medali terbanyak pada KSMN 2026 (Suara ‘Aisyiyah.id)

Makassar, Suara ‘Aisyiyah – Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan berhasil meraih medali terbanyak pada ajang Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 Tahun 2026.

KSMN ke-2 tersebut berlangsung pada Senin-Kamis, (21–24/9/2026) di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang, Jawa Timur. Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri dan Berprestasi”.

Kegiatan nasional ini mempertemukan santri jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dari berbagai pesantren Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia. Dalam event tersebut, Ponpes Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel berhasil meraih medali terbanyak dalam event ini, dengan 11 medali.

Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel, Masriwaty Malik menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

Menurutnya, capaian prestasi ini merupakan buah dari proses panjang, kerja keras, dan kerja cerdas para santriwati bersama para pembina atau pendamping yang sangat memuaskan.

“Ini hasil usaha yang panjang bagi para ananda dan pembina atau pendamping, sehingga membuktikan prestasi yang membanggakan,” ungkap Masriwaty.

Ia juga mengapresiasi kekompakan tim, karena menjadi salah satu kunci keberhasilan Ummul Mukminin dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Juara ini bukan tentang angka medali semata, akan tetapi tentang proses perjuangan panjang dan peningkatan sungguh-sungguh yang luar biasa,” ungkap Masriwaty.

Baginya, KSMN bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pengembangan wawasan, pembentukan karakter, sekaligus momentum mempererat silaturahmi antarpesantren Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia.

Bukti Kolaborasi Semua Pihak

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Siti Aisyah Kara menilai, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi yang terbangun antara berbagai unsur di lingkungan pesantren.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pimpinan, guru, pembina, pendamping, dan para santriwati.

“Ini bukti sinergitas yang baik antara pimpinan, guru, pembina, pendamping serta santriwati dan lainnya. Hasil ini menunjukkan proses yang bagus dan sistematis yang telah dilewati,” ujarnya.

Ia berharap, capaian tersebut menjadi motivasi untuk melakukan persiapan yang lebih matang dalam menghadapi berbagai agenda dan kompetisi pada masa mendatang.

“Harapannya bisa lebih intens lagi untuk persiapan event-event ke depan. Pelajari kekurangan dan pertahankan serta tingkatkan keunggulan dan kelebihan. Selamat semuanya, jazakumullah,” pesannya.

Raihan medali terbanyak di KSMN 2026 ini menjadi bukti bahwa pembinaan santri di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah berjalan secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional.

Capaian tersebut juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel sekaligus menjadi motivasi bagi para santriwati untuk terus berprestasi dan mempersiapkan diri sebagai kader pemimpin bangsa yang disiplin, mandiri, dan berprestasi.

Resmi Ditutup oleh PP Muhammadiyah

KSMN 2 ini berlangsung selama empat hari dengan jumlah peserta sebanyak 1.523 santri dan 132 regu utusan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.

Penutupan dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung khidmat. Hadir Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, Ketua LP2 PP Muhammadiyah Maskuri, pimpinan pondok pesantren, serta tamu pimpinan yang lain.

Saad Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menjaga disiplin, kebersamaan, dan semangat selama mengikuti seluruh rangkaian KSMN.

Ia menjelaskan, istilah kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Istilah tersebut juga tertera di dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 yang menggambarkan tempat yang terjaga.

“Kemah dalam bahasa Arab adalah khiyam. Dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 juga ada kata khiyam, yang menggambarkan tempat yang terjaga. Kemah saat ini juga berada di tempat yang tinggi. Maka makna kemah bagi para santri Muhammadiyah adalah diproyeksikan untuk naik yang tinggi,” kata Saad.

Karena itu, Saad menekankan pentingnya para santri membangun pola pikir yang jauh ke depan. Harapannya, santri tidak hanya menjadi generasi yang menunggu datangnya masa depan, tetapi perlu mempersiapkan diri sejak dini untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“Para santri harus terus belajar, berkarya, berani memimpin, serta menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi bekal bagi santri Muhammadiyah dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” ungkapnya.

Ajang Menanamkan Nilai Budaya Pesantren Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri mengatakan, KSMN ke-2 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan KSMN pertama yang saat itu bertempat di Karanganyar pada 2024.

Menurutnya, KSMN bertujuan untuk menanamkan 20 nilai budaya Pesantren Muhammadiyah kepada para santri. Nilai tersebut di antaranya keikhlasan, tafaqquh fiddin, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, hingga kemampuan berpikir maju.

“Tujuan kemah ini bukan sekadar berkemah, tetapi melatih nilai-nilai budaya Pesantren Muhammadiyah,” jelasnya.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan aspek keagamaan, keterampilan, kepemimpinan, dan kebersamaan. Di antaranya; cek kesehatan gratis, Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab, story telling, ilqau al-qisshah atau penyampaian cerita dalam bahasa Arab, baris-berbaris, jelajah alam, serta kegiatan kepramukaan Hizbul Wathan.

Berikut nominasi 5 besar peraih medali terbanyak dalam KSMN 2026

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Warta Ortom & Lembaga

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...