PCA Kotagede bersama Lazismu Kotagede saat menyalurkan bantuan air berih untuk warga Purwosari Gunung Kidul (Suara ‘Aisyiyah.id)

Gunung Kidul, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede bersama Lazismu Kotagede, Yogyakarta menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul yang mengalami kekeringan.

Bakti sosial penyaluran air bersih tersebut berlangsung pada hari Rabu, (26/8/2026). PCA Kotagede bersama tim Lazismu Kotagede berangkat menuju Kapanewon Purwosari. Mereka diterima oleh Lazismu Cabang Purwosari yang bertempat di Gedung Dakwah PCM Purwosari.

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan dari PCM Panggang dan Dukuh Dringo. Secara seremonial mereka mendapatkan bantuan air bersih pertama kali. Selanjutnya bantuan akan dioordinir oleh Lazismu Purwosari.

Salah satu perwakilan Pengurus Lazismu Purwosari, Arif mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah peduli.

Menurutnya, kekeringan yang terjadi di Purwosari Gunung Kidul telah menjadi agenda setiap tahun, apabila datang musim kemarau.

Upaaya Pengeboran Selalu Gagal

Arif menceritakan, bahwa daerah ini juga sudah berusaha untuk membuat sumur dengan dukungan berbagai pihak, namun selalu gagal.

“Kami sudah 4 kali mencoba membuat sumur dengan cara menggali maupun dengan bor. Namun karena daerah ini adalah pegunungan karts, maka susah sekali untuk mendapatkan titik air di bawah bebatuan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, bahwa pengeboran pun pernah dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 178 meter dari permukaan tanah. Saat itu, biaya pengeboran per 1 meter berkisar Rp.700.000 sampai Rp. 800.000.

“Namun saat alat bor bertemu dengan rongga bawah, maka akan buntu. Ini tidak dapat dilanjutkan. Dan dengan pembiayaan sebesar itu, maka tentu sangat mahal,” ungkapnya.

Sementara persawahan di Purwosari selama ini mengandalkan air tadah hujan. Sehingga panen hanya satu kali dalam satu tahun. “Panen itu pun kalau pas bagus. Karena pernah tidak panen sama sekali, akibat kondisi sawah dan tanaman padi rusak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil PCM Panggang bercerita bahwa di daerah Panggang juga mengalami hal seperti di daerah Purwosari, bahkan lebih dalam lagi.

“Jadi pengeboran itu bisa mencapai 200 meter dengan biaya per meternya sama. Memang ada semacam telaga yang biasa penduduk gunakan, tapi saat musim kemarau, airnya tidak ada. Sehingga saat musim kemarau, terjadi kekeringan,” jelasnya.

Setetes Bantuan untuk Kehidupan

Kholid, pewakilan dari Lazismu Kotagede menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini. Dia menjelaskan, bahwa dari Kotagede bisa berbagi meski tidak banyak. Kholid berharap, bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan air bersih bagi warga Purwosari.

Dia juga menyampaikan, bahwa bantuan air bersih ini berasal dari penggalangan dana dari berbagai pihak. Termasuk dari donatur Lazismu, PCA Kotagede, dan jamaah Muhammadiyah Ranting Jagalan.

“Semuanya dapat terkumpul 35 tangki air. Semoga dapat sedikit membantu untuk warga di sini,” harapnya.

Usai acara, rombongan dari Kotagede bersama Lazismu Purwosari menuju tempat penyaluran bantuan air bersih yaitu di Dukuh Dringo, Kapanewon Purwosari. Bantuan air tersebut mereka bagikan langsung dari tangki air ke penduduk.

Untuk bantuan selanjutnya, PCA dan Lazismu Kotagede menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Lazismu Purwosari. Harapannya, bantuan bisa tersalurkan ke tempat-tempat yang sangat membutuhkan. Setes bantuan air ini, semoga dapat membantu keberlangsungan hidup warga Purwosari. (umih)-Nely

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Warta Persyarikatan

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...