Fifin Permatasari, Ketua MPK PCA Kasihan (atas kiri) saat menyampaikan Praktik Baik Baitul Arqam pada Webinar Inspirasi Aisyiyah #8 (Suara ‘Aisyiyah.id)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah — Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berbagi Praktik Baik Perkaderan dalam Webinar Inspirasi ‘Aisyiyah #8.

Ada lebih dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan ini baik secara daring melalui Zoom maupun live streaming YouTube, Sabtu (26/9/2026).

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber. Pertama adalah Fifin Permatasari (Ketua MPK PCA Kasihan), kedua Septi Masitoh (Wakil Ketua MPK PCA Gombong), dan ketiga Eka Damayanti, (Ketua MPK PWA Sulawesi Selatan). Jalannya diskusi dipandu oleh Elis Zuliati Anis, anggota LPPA PP ‘Aisyiyah.

Praktik Baitul Arqam di PCA Kasihan

Narasumber pertama, Fifin Permatasari, memaparkan praktik pelaksanaan perkaderan utama ‘Aisyiyah, yakni Baitul Arqam (BA) di PCA Kasihan. Ia menjelaskan, bahwa PCA Kasihan, Bantul telah menjalankan dengan baik Baitul Arqam hingga tingkat ranting.

“Dari 13 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) yang ada di PCA Kasihan, kami sudah menyelenggarakan Baitul Aqram di 8 ranting,” katanya.

Fifin menjelaskan, selama periode kepemimpinan 2022-2027, PCA Kasihan juga telah menjalankan banyak program. Ada pengajian Selasa Wage, Baitul Arqam tingkat PCA/PRA dan Amal Usaha ‘Aisyiyah (AUA), hingga kajian keluarga sakinah.

“Kami juga menyelenggarakan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Kemudian kolaborasi dan partisipasi kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) melalui kemah kader, hingga pendataan dan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA),” imbuhnya.

Dia menuturkan, selain BA yang sudah terlaksana di 8 PRA, MPK PCA Kasihan juga mengadakan BA di sejumlah instansi pendidikan. Menurutnya, BA bukan sekadar kegiatan formalitas semata.

“Di manapun BA kita adakan, pelaksanaannya bisa dimaksimalkan dan materi yang diberikan pun bisa berbeda-beda,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tahapan pengenalan kegiatan BA. Mulai dari penyampaian informasi melalui grup WhatsApp, selanjutnya pengenalan tujuan BA, berbagi cerita, hingga pemberian motivasi agar BA dapat terlaksana.

Alur dan Pembagian Peran Pelaksanaan BA

Fifin memaparkan, alur persiapan BA di tingkat ranting. Mulai dengan fiksasi waktu dan tempat, kemudian koordinasi ke MPK PCA, selanjutnya menghubungi MPK Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA).

“Apabila kesiapan teknis pelaksanaan sudah dirasa matang dan dipahami, pelaksanaannya kemudian diserahkan sepenuhnya kepada MPK PCA,” ulasnya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat pembagian peran yang jelas: MPK PDA berperan sebagai pengarah sekaligus fasilitator utama, MPK PCA berperan dalam koordinasi dan pendampingan, sementara MPK PRA menjadi pelaksana di tingkat ranting.

Fifin menjelaskan, urgensi pelaksanaan BA terletak pada penguasaan pengetahuan ke-Muhammadiyahan dan ke-‘Aisyiyahan, penguatan ukhuwah, ideologi, kepemimpinan, keislaman, hingga kontribusi nyata bagi kader.

Ia juga memaparkan susunan materi BA yang terdiri dari kurang lebih enam materi. Yakni revitalisasi ideologi, gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah, kepemimpinan, keorganisasian ‘Aisyiyah, ibadah praktis, kajian ayat dan Risalah Perempuan Berkemajuan, kemudian ditutup dengan sesi post test. (Zulfinatasya)-Nely

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Warta Persyarikatan

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...