Pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo Malang, Jawa Timur (Sumber YouTube: TVMu Jatim1)
Malang, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II tahun 2026 pada Senin-Rabu, (21-24/9/2026).
Kemah tersebut berlokasi di Bumi Perkemahan Kawasan Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepemimpinan sebagai bekal generasi masa depan.
Ada sekitar 1.500 peserta dan 200 pendamping yang mengikuti kegiatan ini, sehingga total terdapat sekitar 1.700 orang yang hadir. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. KSMN II mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi”.
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempertemukan santri dari berbagai pesantren. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pesantren Muhammadiyah secara kolektif.
“Karena itu, kemah santri ini kami kemas dalam rangka untuk membangkitkan kualitas secara kolektif secara nasional,” ujar Maskuri dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan KSMN juga menjadi forum komunikasi dan silaturahmi antarpesantren Muhammadiyah. Ia menyebut, pelaksanaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ini digelar setiap dua tahun.
KSMN sebelumnya bertempat di Bumi Perkemahan Kampung Karet, Karanganyar, Jawa Tengah. Sedangkan KSMN II ini terselenggara di Kawasan Coban Rondo, Malang.
BACA JUGA
Maskuri juga menyampaikan perkembangan jumlah pesantren Muhammadiyah. Sejak Muktamar ke-47 di Makassar pada 2015, jumlah pesantren Muhammadiyah tercatat ada 127 di 15 provinsi. Untuk tahun ini meningkat menjadi 450 pesantren yang tersebar di 29 provinsi.
“Namun, pertumbuhan jumlah pesantren tersebut harus kita sertai dengan peningkatan kualitas. Karena itu, sejak 2025, LP2 PP Muhammadiyah mulai melakukan penjaminan mutu melalui akreditasi pesantren,” ujarnya.
Sambutan Bupati Malang
Sementara itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi, dalam sambutannya mengatakan, KSMN menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin masa depan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kemandirian, dan prestasi bagi para santri.
“Kami berharap, kalian semua nanti menjadi pimpinan-pimpinan Indonesia yang terbaik. Empat puluh tahun lagi kalian pasti menjadi pemimpin, karena masa depan Indonesia itu ada di tangan kalian semua,” ujar Sanusi.
Ia juga menekankan, bahwa kepemimpinan tidak hanya ketika seseorang memperoleh jabatan. Namun kepemimpinan harus dimulai dari kemampuan seseorang dalam mengatur diri, waktu, ucapan, kewajiban, serta bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
Selain kegiatan pembinaan dan penguatan karakter, rangkaian pembukaan KSMN II juga meriah dengan penampilan Tapak Suci dan Tari Saman dari SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan launching batik nasional Santri Muhammadiyah dan penyerahan sertifikat akreditasi kepada sejumlah pesantren Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, harapannya, para santri tidak hanya memperoleh pengalaman selama mengikuti perkemahan, tetapi juga membawa nilai persaudaraan, kemandirian, kepemimpinan, dan pengabdian untuk mereka terapkan di lingkungan pesantren serta masyarakat. (Maulana Rendy)-Nely
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.