Purworejo, Suara ‘Aisyiyah – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Purworejo, Jawa Tengah menggelar Jambore Daerah Pandu Pengenal dan Pandu Penghela (Jampanel) ke-1 serta Ceria Pandu Athfal.
Kegiatan berlangsung Jumat-Sabtu, 2-3 Oktober 2026, di Lapangan Desa Golok, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Jampanel tersebut menjadi momentum pertemuan 500 peserta didik dari SD/MI, SMP, serta SMA/SMK Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo. Mengusung tema “Mewujudkan Pandu Hizbul Wathan yang Berakhlak Mulia, Mandiri, Tangguh, Berprestasi, dan Berkemajuan”.
Ketua Kwarda HW Kabupaten Purworejo, Burhan Utamsi mengatakan, Jampanel menjadi salah satu kegiatan besar yang mempertemukan peserta didik dari berbagai AUM dan AUA dalam satu ruang pembelajaran.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pembinaan karakter peserta. Selain kepemimpinan dan kemandirian, Jampanel juga menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan, ukhuwah Islamiyah, kecintaan terhadap alam, serta penguatan ideologi Muhammadiyah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang, serta mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama, berorganisasi, dan berkompetisi secara sehat,” kata Burhan.
Perkemahan Dua Hari Satu Malam
Jampanel dikemas dalam bentuk perkemahan luar ruang selama dua hari satu malam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta melalui berbagai aktivitas kepanduan, ketangkasan, keterampilan, dan perlombaan yang bersifat edukatif, kreatif, dan kompetitif.
Konsep perkemahan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan nilai-nilai kemandirian dalam suasana nyata. Mereka belajar mengatur aktivitas kelompok, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, bekerja sama, menaati aturan, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan.
Sementara itu, Ceria Pandu Athfal dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta Athfal. Kegiatan dilakukan dalam bentuk aktivitas luar ruang berbasis perlombaan yang menarik dan menyenangkan.
Berbagai perlombaan tersebut terbagi dalam sembilan maktab. Pembagian itu menjadi wahana bagi peserta untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kerja sama, kemandirian, dan keterampilan.
Dengan konsep tersebut, perlombaan tidak hanya diarahkan untuk menentukan pemenang. Setiap aktivitas menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang memberikan pengalaman kepada peserta.
Secara umum, kegiatan Jampanel memiliki sejumlah tujuan, antara lain membentuk karakter Islami peserta didik, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, melatih kemandirian dan tanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan kepanduan Hizbul Wathan.
Selain itu, kegiatan menjadi sarana mempererat ukhuwah antarpeserta dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo. Peserta juga diajak mencintai alam, peduli terhadap lingkungan, serta membangun semangat silaturahmi dan kompetisi yang sehat.
Pesan Ketua PDM: Jambore Harus Tinggalkan Legacy
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Jampanel Kwarda HW Purworejo. Ia menilai kegiatan kepanduan harus memberikan manfaat, tidak hanya kepada peserta, tetapi juga kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah penanaman pohon. Aktivitas tersebut dipandang memiliki makna tentang pentingnya regenerasi dan keberlanjutan kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa pohon yang ditanam hari ini tidak selalu harus dinikmati oleh orang yang menanamnya. Sebaliknya, penanaman tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi mendatang.
“Pastikan bahwasanya hidup itu harus regenerasi. Maka kita menanam hari ini tidak harus kita ambil hari ini, tetapi kita meletakkan legacy bahwasanya anak cucu kita butuh tinggalan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Jampanel harus menjadi bagian dari pembelajaran untuk berpikir jauh ke depan. Peserta Hizbul Wathan tidak hanya diajak memikirkan kebutuhan saat ini, tetapi juga kehidupan generasi berikutnya.
“Maka pastikan apa yang dilaksanakan hari ini menjadi catatan agar siapapun yang menjadi pandu HW untuk berpikir masa depan. Tidak hanya masa kini, tetapi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah Swt., masyarakat, bangsa, dan negara.
BACA JUGA
“Jadikan kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Ketua PDM Purworejo juga mengingatkan peserta mengenai kondisi kemarau yang cukup panjang. Peserta diminta menggunakan air secara hemat sesuai kebutuhan dan berhati-hati dalam menggunakan api selama kegiatan perkemahan.
“Berwaspada dengan penggunaan api, jangan sampai terjadi kebakaran,” pesannya.
Selain itu, peserta diminta menjaga pola makan dan waktu istirahat. Ia juga mengingatkan agar malam hari tidak dihabiskan untuk aktivitas yang kurang bermanfaat.
Apresiasi dari Kwarwil HW dan Kwarcab Pramuka
Kwarwil HW Jawa Tengah, Muhammad Dzikron, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Jampanel pertama di Kabupaten Purworejo. Ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi peserta.
Menurut Dzikron, kegiatan Jamparda tidak dapat dilepaskan dari proses pengaderan HW dan Muhammadiyah. Peserta dilatih melalui pengalaman kepanduan agar kelak memiliki kesiapan untuk mengambil peran di masyarakat.
“Ini adalah sebagai bentuk untuk melangsungkan pengkaderan Hizbul Wathan, pengkaderan Muhammadiyah. Hari ini berlatih pandu, esok kan memandu. Fastabiqul khairat!” katanya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan Jampanel juga datang dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Purworejo. Suhartomo menilai kegiatan yang dilakukan Hizbul Wathan memberikan pengalaman yang lebih luas kepada peserta.
“Alhamdulillah, luar biasa kegiatan hari ini dari Hizbul Wathan bisa berjalan dengan lancar,” kata Suhartomo.
Ia melihat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat bagi peserta untuk mempraktikkan keterampilan yang diperoleh di sekolah. Peserta juga diajak memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar.
Salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut adalah penanaman bibit pohon di sekitar lokasi kegiatan. “Seperti yang kita saksikan pada hari ini adalah penanaman bibit pohon. Semoga yang dilakukan HW Purworejo senantiasa diridai oleh Allah,” kata Suhartomo.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepanduan dapat menjadi sarana pendidikan yang menghubungkan keterampilan peserta dengan kepedulian sosial dan lingkungan.
Ucapan Terima Kasih dari Kepala Desa
Kepala Desa Golok, Banyuurip, Eko Surahmanto, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah Desa Golok sebagai lokasi pelaksanaan Jamparda.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kwarda HW Kabupaten Purworejo karena telah melaksanakan kegiatan perkemahan sekaligus memberikan kontribusi kepada lingkungan desa.
“Atas nama Pemerintahan Desa Golok dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan perkemahan Hizbul Wathan yang dilaksanakan di Lapangan Desa Golok,” ujar Eko.
Ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai tidak hanya menjalankan agenda rutin kepanduan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya acungkan jempol, salut atas pelaksanaannya karena tidak hanya melaksanakan rutinitas, tetapi juga memberikan kepada warga kami, kepada pemerintahan kami, memberikan bibit tanaman yang sudah kita tanam bersama-sama,” katanya.
Selain manfaat sosial dan lingkungan, pelaksanaan jambore juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran peserta dan pendamping selama kegiatan membuka aktivitas ekonomi bagi warga di sekitar lokasi, meskipun dampaknya masih perlu dilihat secara lebih lanjut.
Eko berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang pada masa mendatang. “Mudah-mudahan selanjutnya Kwarda HW Purworejo makin maju, hebat, dan berkembang menjadi luar biasa,” ujarnya.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.