Depok, Suara 'Aisyiyah - Sembilan murid di jenjang SD Muhammadiyah akan mengikuti International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang digelar di Depok, Jawa Barat pada Jumat-Selasa (2-6/10/26). 

Salah satu murid tersebut adalah Ammar Syafiq Asyrofi Yusa dari SDIT Muhammadiyah Gunung Terang, Bandar Lampung.

Ammar akan mengikuti IMSO 23 di kategori IPA. Sebagaimana diketahui, IMSO memiliki dua kategori, yaitu matematika dan IPA. 

Sekolah telah mempersiapkan Ammar untuk berbagai kompetisi sejak ia kelas 3 SD. Saat ini, Ammar berada di kelas 5.

Guru yang mendampingi Ammar, Naila Milaturrahma, menyebut bahwa Ammar telah memenangi beberapa lomba. 

Misalnya, di ajang OlympicAD yang digelar pada Februari tahun ini, Ammar mendapatkan medali emas.

Setelah itu, Ammar juga mendapatkan medali emas di OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat nasional yang digelar pada September tahun ini. Medali emas OSN inilah yang mengantarkan Ammar menjadi peserta IMSO.

“Setelah pengumuman OSN, kami dihubungi oleh KPM (Klinik Pendidikan MIPA), bahwa murid kami diberikan kesempatan untuk mengikuti IMSO,” ujarnya.

Untuk diketahui, peserta IMSO memiliki dua jalur pendaftaran, yaitu jalur seleksi dan jalur OSN.

Persiapan yang dilakukan antara lain dengan memberikan pembinaan khusus di luar ekstrakurikuler. 

Selain itu, Ammar juga anggota ICP (International Class Program) untuk memperkuat Bahasa Inggris. Mengingat soal-soal IMSO menggunakan Bahasa Inggris.

Naila menyebut bahwa pihaknya setidaknya memiliki dua target. Target pertama adalah medali. Target kedua adalah pengalaman. Pengalaman adalah hal yang penting mengingat Ammar masih memiliki peluang untuk mengikuti IMSO lagi pada tahun selanjutnya.

“Apapun nanti hasilnya, kita akan gunakan untuk persiapan tahun depan. Semoga masih dapat kesempatan lagi,” imbuhnya.

IMSO ini menjadi pengalaman pertama bagi SDIT Muhammadiyah Gunung Terang. Dua tahun lalu, salah satu murid sekolah ini pernah mengikuti seleksi IMSO, namun belum lolos menjadi peserta.

“Kami berterimakasih kepada Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dan KPM yang memberikan kami kesempatan untuk mengikuti IMSO. Kami bisa ikut IMSO bukan hanya karena medali emas di OSN, tapi juga ada peran dari PP Muhammadiyah yang mengkomunikasikan dengan berbagai pihak,” ujar Naila.

Ia berharap agar Muhammadiyah terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolahnya dalam mempersiapkan berbagai kompetisi seperti IMSO.

IMSO 23 ini diikuti oleh 23 negara, meliputi Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Kazakhstan, Lao People's Democratic Republic, Malaysia, Mongolia, Morocco, Nepal, Philippines, Singapore, South Africa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, United States of America, Uzbekistan, Vietnam, dan Indonesia.

IMSO dilaksanakan secara bergilir di berbagai negara. Pada tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah IMSO 23. Total peserta dari Indonesia mencapai 63. Sementara jumlah seluruh peserta adalah 404 siswa. (Yanuri)-sa

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...