Sukoharjo, Suara ‘Aisyiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Ishak Sulistiyo, mengajak jemaah menjadikan ibadah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam Pengajian Ahad Pagi edisi ke-457 di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Suhodo Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (4/10/2026).
Pengajian yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Belimbing, Sukoharjo, tersebut mengangkat tema “Mengapa Ibadah Kita Tidak Berdampak”.
Dalam kajiannya, Ishak menjelaskan bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ritual, tetapi juga perlu memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ishak, seseorang perlu memahami kembali tujuan utama dalam beribadah. Ibadah seharusnya dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk mendapatkan kepentingan duniawi atau pengakuan dari manusia.
“Ibadah merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menjalankan kehidupan sesuai yang di izinkan Allah Swt,” jelasnya.
Ibadah Ritual Harus Berdampak pada Kehidupan
Ia menilai, ibadah yang benar dapat terlihat dari perubahan sikap seseorang. Menurutnya, ketika ibadah dijalankan dengan baik, seseorang akan terdorong untuk menaati perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya, serta menjalankan aktivitas kehidupan sesuai dengan aturan agama.
“Yang kedua, ibadah harus berdampak dalam kehidupan. Kita tetap harus bekerja dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap berpegang pada aturan dan syariat agama,” katanya.
Ishak kemudian mencontohkan penerapan nilai ibadah dalam pekerjaan. Ia mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kejujuran ketika menjalankan aktivitas ekonomi maupun pekerjaan.
Ia menyinggung praktik kecurangan dalam perdagangan, termasuk tindakan mengurangi timbangan, sebagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.
BACA JUGA
Selain perilaku, Ishak menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, niat berada dalam hati sehingga tidak selalu dapat diketahui oleh orang lain. Karena itu, seseorang perlu memastikan ibadahnya benar-benar ditujukan kepada Allah.
“Salah satunya, ibadah harus didasari niat yang lurus karena Allah. Niat merupakan sesuatu yang ada di dalam hati dan tidak terlihat. Karena itu, setiap ibadah yang dilakukan harus benar-benar berangkat dari niat untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Ishak.
Ia mencontohkan puasa sebagai salah satu ibadah yang dapat menunjukkan ketulusan niat. Menurut Ishak, seseorang tetap dapat menahan diri dari makan dan minum meskipun tidak ada orang lain yang melihat karena meyakini bahwa Allah mengetahui perbuatannya.
“Allah mengetahui semuanya. Ibadah yang berdampak terlihat dari kemampuan menahan diri untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya karena memiliki niat yang lurus kepada Allah,” katanya.
Ishak juga mengingatkan jemaah agar menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan ibadah. Menurutnya, umat Islam tetap perlu bekerja, mencari rezeki, dan menjalankan aktivitas duniawi secara serius. Namun, seluruh aktivitas tersebut harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syariat.
“Kita diperintahkan untuk mempersiapkan kehidupan akhirat tanpa meninggalkan urusan dunia. Tetap bekerja dengan sungguh-sungguh, tetapi sesuai dengan syariat agar kehidupan dunia dan ibadah tetap seimbang,” jelasnya.
Menurut Ishak, keseimbangan tersebut membuat kehidupan dunia dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ibadah kepada Allah. Ia menilai semakin lurus niat seseorang dalam beribadah, semakin kuat pula dorongannya untuk menjalankan aktivitas kehidupan sesuai dengan ajaran agama.
Melalui kajian tersebut, Ishak mengajak jemaah tidak hanya memperbanyak ibadah secara ritual, tetapi juga memahami tujuan dan dampaknya dalam kehidupan.
Ia menekankan bahwa ibadah seharusnya mendorong seseorang untuk mendekat kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, serta menjalankan kehidupan dunia sesuai dengan aturan agama. (Maulana Rendy)-Nely
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.