Ninik Karlina saat menyampaikan kajian di halaman Masjid Al-Manar Umpo. (Sumber: YouTube Umpo)
Ponorogo, Suara ‘Aisyiyah — Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah dan pengajian, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa perubahan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ninik Karlina dalam kajian Ahad pagi Almanar yang berlangsung di Masjid Almanar, Halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Ahad, (27/9/2026).
Dalam kajian tersebut, Ninik Karlina menjelaskan bahwa dakwah berkemajuan perlu dilakukan dengan pendekatan yang penuh kasih sayang. Menurutnya, menyampaikan kebaikan dengan kemarahan dan sikap menghakimi justru dapat membuat pesan dakwah sulit diterima masyarakat.
“Maka berdakwah itu diawali dengan cinta dan kasih sayang,” ujar Ninik Karlina. Ia menekankan bahwa dakwah seharusnya mampu mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan melalui pendekatan yang manusiawi dan penuh kepedulian.
Ninik juga menjelaskan bahwa dakwah tidak berhenti pada penyampaian pesan. Setelah seseorang memperoleh pengetahuan, diperlukan kesadaran dan tindakan agar nilai kebaikan benar-benar memberikan dampak. Dakwah dapat dilakukan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga aksi kemanusiaan.
“Jadi, jangan berpikir bahwa berdakwah hanya berhenti pada ceramah seperti ini. Sekarang eranya media sosial, bagi yang pintar menulis sampaikan pesan melalui tulisan dan unggah di media sosial. Mulai dari pesan, kemudian menjadi amal dan kesadaran, hingga akhirnya mendorong perubahan. Nah, dakwah berkemajuan berorientasi pada perubahan itu,” ujar Ninik.
BACA JUGA
Menurutnya, aktivitas berbagi, menyumbangkan harta, menulis, serta menyebarkan pesan kebaikan melalui media sosial juga dapat menjadi bagian dari dakwah.
Dakwah Harus Mengarah pada Perbaikan
Dalam pemaparannya, Ninik turut menyoroti tantangan dakwah di era digital. Penggunaan media sosial yang semakin luas membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi. Setiap informasi perlu diperiksa kebenaran dan manfaatnya sebelum dibagikan kepada orang lain.
Selain persoalan digital, dakwah juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Ninik mencontohkan gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana tanpa membedakan latar belakang penerima bantuan.
Ninik juga menekankan pentingnya peran laki-laki dan perempuan untuk saling mendukung dalam menjalankan aktivitas sosial dan dakwah. Ia menilai, keduanya memiliki peran bersama dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Pada akhirnya, dakwah berkemajuan diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Perubahan tersebut mencakup kehidupan yang sejahtera, bahagia, dan damai.
Dengan demikian, kegiatan pengajian diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi mampu mendorong peserta untuk menerapkan ilmu melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Maulana Rendy)-Nely
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.