Perjalanan panjang 95 tahun majalah Suara ‘Aisyiyah (SA) adalah bukti perjuangan literasi yang tidak pernah berhenti. Kepedulian ‘Aisyiyah terhadap nasib perempuan dan anak-anak konsisten sepanjang masa. Hal ini tampak dari cover-cover SA dalam paparan berikut ini :

Awal terbit – 1940an

Cover SA tahun 1932 bergambar interaksi ibu dengan dua anaknya menjadi salah satu cover ‘andalan’ yang merepresentasikan kepedulian pada isu ibu dan anak. Bahkan cover ini pernah dimuat ulang dengan desain berbeda sesuai selera zamannya. Pada cover SA di tahun awal terbit, tertulis majalah ini diedarkan secara ‘percuma’. Namun dalam cover SA tahun 1942, sudah terdapat keterangan ‘langganan’ dan biaya langganan dengan berderma.

Tahun 1950-1960an

Pada sampul tahun 50-an mulai menunjukkan isu utama yang dibahas setiap edisi. Sebagai contoh pada terbitan Februari 1954 mengangkat isu tentang kesehatan jasmani dan ruhani anak. Sedangkan pada edisi tahun 60-an, format sampul tampak berbeda, yaitu dengan menampakkan susunan redaksi dan penanggung jawab majalah ini.

Tahun 1970an – 1980an

Sampul majalah SA tahun 70-an dan 80-an mulai berukuran lebih besar dari sebelumnya. Logo ‘Aisyiyah juga konsisten muncul di halaman sampul. Foto cover edisi Oktober 1988 juga sudah full-colour meskipun tidak tertulis tema besar yang diangkat. Adapun tradisi cover majalah SA dengan Logo yang konsisten dan ‘khat’ petikan ayat al-Quran telah dimulai pada sampul tahun 1980-an ini.

Tahun 2010an – Saat Ini

Pada akhirnya, dalam kurun waktu di atas tahun 2010, cover majalah SA telah banyak mengalami perubahan. Gambar ilustrasi lebih banyak muncul, dengan tetap mempertahankan ciri khas logo dan ‘khat’ petikan ayat al-Quran. Topik besar setiap edisi selalu dituliskan untuk menambah daya tarik pembaca. Hal ini juga seiring dengan perkembangan teknologi desain grafis dan cetak yang memungkinkan SA semakin kreatif dan ekspresif. [10/21] (Twediana Budi)

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Warta Persyarikatan

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...