Readers-Seorang wisudawan program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyita perhatian publik usai menyampaikan pidato kelulusan dengan memperkenalkan namanya yang unik, Jumat (25/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Momen penyebutan nama tersebut langsung menarik perhatian Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik beserta para hadirin di ruang wisuda Kampus Putih tersebut.
“Perkenalkan, nama saya Isa Al-Masih. Tenang, tenang ada lanjutannya Pak Rektor, Putra Muhammadiyah,” ungkap wisudawan lulusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Agama Islam itu saat berpidato di Wisuda UMM dikutip dari postingan Instagram resmi UMM Campus, Jumat (25/9/2026).
Isa kemudian mencairkan suasana dengan melempar kelakar mengenai riwayat lulusan di kampus tersebut yang juga pernah memiliki nama unik.
“UMM dahulu pernah meluluskan mahasiswa FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) bernama Imam Mahdi. Hari ini, UMM kembali meluluskan Isa Al-Masih. Sebetulnya Imam Mahdi dan Isa Almasih turun di mana? Jawabannya sederhana, di Kampus Putih kita (UMM),” gurau Isa.
Selain memberikan gurauan, ia memanfaatkan podium untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada jajaran pengajar serta orang tua.
“Kalau hari ini kami berdiri dengan toga, sesungguhnya ada tangan Bapak-Ibu yang menopang kami di balik toga itu,” ungkapnya.
BACA JUGA
Ia menambahkan bahwa penghormatan tertinggi pada momen wisuda tersebut sepatutnya ditujukan kepada para pendukung di balik layar.
“Maka, tepuk tangan paling panjang hari ini bukanlah untuk kita. Tetapi, untuk Bapak-Ibu dosen, untuk orang kita semuanya,” sambung Isa.
Sosok Isa sebelumnya sempat menjadi sorotan publik pada momen Idul Fitri 2026 saat bertindak sebagai khatib salat Id di Nganjuk, Jawa Timur. Ayah Isa, Fatah Al Basid, menjelaskan latar belakang pemberian nama sang anak yang terinspirasi dari nama nabi ke-24.
“Saya yang memberi nama Isa Al-Masih. Nama nabi yang sebenarnya jarang atau tidak pernah dijadikan nama anak oleh umat Muslim,” paparnya dikutip dari detikJatim.
Nama tersebut sempat memicu kekeliruan saat Isa harus menjalani perawatan medis di rumah sakit sewaktu sekolah dasar karena dikira nonmuslim.
“Jadi namanya sering dikira orang nonmuslim. Makanya di belakang saya tambahkan ‘Putra Muhammadiyah’ jadi jelas,” ujar Basid lagi.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.