MALANG | JATIMSATUNEWS. COM: Kolaborasi antarnegara berkembang kini tidak lagi cukup sebatas wacana di meja diplomasi politik, melainkan harus diwujudkan melalui pertukaran pengetahuan, pembangunan kapasitas, dan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Drs. Muhammad Chandra Widya Yudha, MA., saat menyampaikan orasi ilmiah dalam prosesi Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (22/9/2026).

Mantan Duta Besar RI untuk Republik Serbia periode 2019–2025 tersebut menguraikan bahwa dinamika dunia telah bergeser jauh sejak era berdirinya Gerakan Non-Blok. Meskipun Perang Dingin telah usai, negara-negara berkembang masih terbelit persoalan krusial seperti kesenjangan ekonomi, ketergantungan teknologi, keterbatasan representasi global, krisis iklim, ketahanan pangan, hingga ketimpangan akses digital.

“Dalam konteks inilah gagasan Global South atau South-South Cooperation kian esensial. Solidaritas tidak lagi hanya diwujudkan melalui posisi politik, tetapi juga melalui tindakan nyata. Karena pada akhirnya, solidaritas yang paling bermakna adalah solidaritas yang membangun kapasitas dan menghasilkan kemajuan,” tegas Chandra di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Wujud nyata kerja sama internasional tersebut terbukti di kampus UMM. Chandra secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Luciana Filiat Ilmin, mahasiswi asal Tanzania yang sukses menyelesaikan studinya lewat program beasiswa NAM Scholarship. Ia berharap bekal keilmuan yang didapat Luciana mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan masyarakat di negara asalnya, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi efektif mempertemukan ragam perspektif lintas bangsa.

Sumber Informasi & Rujukan UMM
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#PTMA

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...