SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi tuan rumah pertemuan antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan delegasi dari Nigeria dalam agenda silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama di bidang pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di GKB 3 UNIMUS Lantai 9, Ruang Rapat Executive, Rabu (9/9/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran PWM Jawa Tengah, pimpinan UNIMUS, serta delegasi Nigeria yang terdiri atas Assoc. Prof. Abba Idris Adam, Prof. Adam Muhammad Mustapha, Lawan Abba Shettima, Maina Dinga Gana, dan Assoc. Prof. Abubakar B. Kagu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Nigeria menyampaikan ketertarikannya terhadap sistem pendidikan Indonesia, khususnya sistem pendidikan yang dikembangkan Muhammadiyah. Ketertarikan tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah di Nigeria yang dipersiapkan di atas lahan sekitar 100 hektar. Pihak Nigeria berharap Muhammadiyah dapat menyiapkan lima tenaga profesional untuk menjalankan dan membantu mengelola sekolah tersebut sehingga dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang baik.

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah. “Ini sangat baik karena pertama, untuk internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah. Kedua, kita juga akan mendapatkan mahasiswa dari Nigeria,” ungkapnya. Menurut Prof. Masrukhi, ketertarikan pihak Nigeria terhadap pendidikan Muhammadiyah juga dapat membuka peluang pengembangan jejaring akademik serta meningkatkan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Nigeria.
BACA JUGA

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menjelaskan bahwa lima tenaga profesional yang dibutuhkan merupakan lima orang secara keseluruhan, bukan lima orang dari PWM Jawa Tengah ditambah lima orang dari UNIMUS. Pihak Nigeria tidak menentukan asal institusi tenaga tersebut, tetapi mengutamakan kemampuan dan profesionalitasnya. “Mereka berharap Muhammadiyah, khususnya di Jawa Tengah, dapat mengirim lima tenaga profesional untuk menjalankan sekolah di Nigeria, tingkat SLTP dan SLTA,” jelas Tafsir. Ia menambahkan bahwa tenaga yang dipersiapkan tidak hanya harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Arab, tetapi juga kompetensi dalam manajemen dan pengelolaan sekolah. PWM Jawa Tengah selanjutnya akan membahas dan mengidentifikasi tenaga profesional yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Tafsir menilai rencana tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi Muhammadiyah untuk menunjukkan kualitas pengelolaan pendidikan di tingkat internasional. Keberhasilan dalam mengelola sekolah di Nigeria dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dan reputasi Muhammadiyah di mata mitra internasional. Tahap selanjutnya akan dilakukan melalui koordinasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta untuk membahas rencana dan langkah operasional kerja sama. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kiprah pendidikan Muhammadiyah di tingkat internasional sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa Nigeria untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk UNIMUS.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.