Jayapura, UM Papua — Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Dok V bawah, pada Jumat (11/9/2026) bertempat di Stadion Mandala Posko 15. Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian UM Papua terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah proses penggalangan donasi yang berlangsung pada tanggal 5-10 September 2026. Donasi yang terkumpul berasal dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni Universitas Muhammadiyah Papua.
Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 101 karung, serta beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, gula, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung melalui Posko 15 yang berada di lokasi kebakaran dan selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, turut hadir Wakil Rektor I, II, dan III Universitas Muhammadiyah Papua, perwakilan dosen, serta mahasiswa.
Udin Ramazakir selaku Ketua Tim Penyaluran Donasi UM Papua menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, bantuan dari UM Papua juga langsung diwujudkan dalam bentuk beras sebanyak 101 karung, serta indomie, gula dan minyak goreng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kepedulian UM Papua terhadap kondisi sosial masyarakat menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penggalangan donasi tersebut, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Kota Jayapura.
“Yang melatarbelakangi, bahwa kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi di kota Jayapura memiliki kepedulian tinggi akan kondisi sosial ekonomi terutama musibah kebakaran yang ada di Kota Jayapura,” ungkapnya.
Gerakan donasi tersebut mendapat respons yang tinggi dari berbagai pihak. Tidak hanya dari lingkungan kampus, antusiasme juga datang dari alumni dan masyarakat yang turut memberikan sumbangan untuk membantu korban kebakaran.
“Respon dari dosen tenaga pendidik dan kependidikan mahasiswa dan alumni bahkan masyarakat, sangat tinggi, diwujudkan dengan antusiasme dalam memberikan sumbangan atau donasi atas gerakan donasi yang dilakukan oleh pihak kampus,” jelasnya.
BACA JUGA
Dalam pelaksanaannya, Udin menyampaikan bahwa hampir tidak terdapat kendala berarti selama proses penggalangan hingga penyaluran bantuan. Kendala yang ditemui lebih bersifat teknis, terutama dalam penyebaran informasi terkait penggalangan donasi yang dinilai masih belum maksimal.
“Kendala yang dihadapi hampir tidak ada namun sedikit terkendala teknis terutama terkait dengan publikasi informasi penggalangan donasi yang masih dirasa belum maksimal,” tuturnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran. Selain bantuan secara materi, dukungan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kekuatan dan motivasi bagi para korban untuk kembali bangkit setelah mengalami musibah.
“Harapan kami tentu bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban bencana tersebut menguatkan, memotivasi bahwa masih banyak pihak dan orang yang peduli. Mari bangkit bersama menatap masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.
Ke depan, UM Papua akan terus berupaya melakukan kegiatan serupa pada momentum lainnya, terutama ketika terdapat kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun kontribusi dari pihak kampus.
“Aksi lanjutannya akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang serupa pada momen-momen yang lain terutama pada kondisi sosial masyarakat yang memerlukan uluran tangan atau pemikiran dari pihak kampus. Maka kami akan terus melakukan upaya-upaya kontribusi nyata,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Udin juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menghadapi musibah yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Pesan kami adalah musibah bisa terjadi pada siapa saja kapan saja. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus senantiasa menjaga kehidupan dengan sebaik mungkin, menjaga kekompakan, kehidupan yang harmonis, sehingga meminimalisir terjadinya bencana. Kalau sudah terjadi bencana maka kita senanti bersabar. Yang tidak terkena bencana mari senantiasa meningkatkan kepedulian bantuan bagi saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Dengan demikian maka kepedulian, kebersamaan dan kerjasama kita, gotong royong kita dapat meringankan masyarakat yang lain,” pesan udin.
Penyaluran donasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Universitas Muhammadiyah Papua dalam menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.