SEMARANG — Sebanyak 26 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia berhasil meraih Gold, Silver, dan Bronze Award dalam International Business Model Canvas (BMC) Competition 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Senin (5/10/2026).

Mengusung tema “Innovative Ideas, Sustainable Solutions for a Better Tomorrow”, kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, entrepreneurship, dan kemampuan menyusun model bisnis yang berkelanjutan. Kegiatan juga mempertemukan mahasiswa lintas perguruan tinggi dan negara untuk memperluas jejaring serta bertukar gagasan dalam pengembangan bisnis.

International BMC Competition 2026 diikuti peserta dari 11 perguruan tinggi, yakni Management and Science University Malaysia, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Mercu Buana, Universitas Udayana, Petra Christian University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Muhammadiyah Kudus, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo. Dekan FEHBi UNIMUS, Dr. Andwiani Sinarasri, S. E., M. Si., menegaskan bahwa kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan pemenang. Menurutnya, kegiatan ini merupakan platform untuk mengembangkan ide bisnis, kreativitas, inovasi, keterampilan kewirausahaan, kolaborasi, sekaligus memperkuat jejaring mahasiswa lintas perguruan tinggi dan negara.

“This competition is not merely about determining winners, more importantly, it serves as a platform to develop business ideas, creativity, innovation, entrepreneurial skills and collaboration, while also strengthening network among students across universities and countries,” ungkap Andwiani.

Ia berharap gagasan yang lahir dalam kompetisi tidak berhenti sebagai konsep. Ide tersebut diharapkan terus dikembangkan menjadi bisnis nyata yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai bagi masyarakat.

“We hope that the ideas presented in this competition will not end here. Instead, we hope they will continue to be developed into real, innovative, and sustainable businesses that can create meaningful value for society,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M. Pd., mengatakan kompetisi ini sejalan dengan komitmen UNIMUS dalam membentuk mahasiswa yang inovatif, entrepreneurial, berkembang, dan memiliki perspektif global.

Menurutnya, bisnis masa depan tidak hanya dituntut menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga perlu memberikan manfaat sosial dan lingkungan. Karena itu, mahasiswa perlu didorong untuk membawa gagasan melewati tahapan yang lebih konkret.

“From idea, ke inovasi, ke bisnis, ke speed, dan akhirnya ke impact,” ujar Eny.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang, mengembangkan usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, mengembangkan bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan solusi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dari hasil penilaian dewan juri dengan skala 1–10, sebanyak 26 tim berhasil memperoleh penghargaan yang terdiri atas tujuh Gold Award, 16 Silver Award, dan tiga Bronze Award.

Gold Award diraih Teriput Iput Team dari Mercu Buana University dengan nilai 8,34; Eco-Friends dari Udayana University, Gadjah Mada University & Prasetiya Mulya University dengan nilai 8,30; Arterra dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 8,29; XCEL TEAM dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 8,13; BLOOMMEAL MSU dari Management and Science University dengan nilai 8,11; Borealis dari Petra Christian University dengan nilai 8,03; serta Eureka Collection dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 8,00.

Silver Award diraih 16 tim dengan rentang nilai 7,53–7,96. Tiga peraih nilai tertinggi pada kategori ini adalah SagoRoots dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dengan nilai 7,96, HIGHER STEPS dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 7,95, dan Halal Foodies dari Management and Science University dengan nilai 7,91.

Sementara Bronze Award diraih Cumcheesy dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 7,50; KitaBerempat dari Universitas Islam Indonesia dengan nilai 7,36; dan SepiringAja dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nilai 7,29.

Kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama FEHBi UNIMUS dengan University Malaysia of Computer Science and Engineering (UNIMY), Malaysia, yang turut diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Assoc. Prof. Lina Tio, Ph. D., Strategic Business Administrator & Director of International Office UNIMY.

Lina Tio mengapresiasi pelaksanaan kompetisi sekaligus kolaborasi yang dibangun bersama UNIMUS. Ia berharap hubungan kedua institusi dapat terus berkembang dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa maupun komunitas akademik.

“We hope that all our collaborations will continue to grow and create more opportunities for students and the academic community,” ujar Lina.

Eny menambahkan, kolaborasi UNIMUS dan UNIMY diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat berkembang ke berbagai bidang lain, seperti student mobility, international competition, entrepreneurship and startup development, joint research, faculty exchange, pengembangan komunitas dan prestasi mahasiswa, alumni, hingga kerja sama dengan industri.

Melalui International BMC Competition 2026, UNIMUS berupaya memperluas pengalaman pembelajaran mahasiswa dari ruang kelas menuju pengalaman nyata dan jejaring global. Mahasiswa tidak hanya belajar menyusun business model, tetapi juga mengembangkan kemampuan melihat peluang, menciptakan inovasi, berkolaborasi lintas negara, serta mempertimbangkan keberlanjutan dan dampak dari sebuah usaha.

Kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang mampu mengubah ide menjadi inovasi, mengembangkan inovasi menjadi bisnis, serta menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Sumber Informasi & Rujukan UNIMUS
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Pendidikan Tinggi

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...