Universitas Muhammadiyah Kotabumi terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Hal tersebut diwujudkan dengan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Penguatan SPMI dalam Akreditasi berdasarkan regulasi terbaru, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Universitas Lampung tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Lampung.
Dari UMKO, kegiatan diikuti oleh Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto, M. Pd., dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMKO Dr. Yasinta Mahendra, M. Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pimpinan dan pengelola penjaminan mutu dari perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Lampung.
Hadir sebagai narasumber Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Ari Purbayanto, Ph. D. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi penerapan SPMI serta keterkaitannya dengan proses akreditasi perguruan tinggi berdasarkan perkembangan regulasi terbaru.
Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 merupakan perubahan atas Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Regulasi tersebut antara lain mengatur perubahan terkait akreditasi, BAN-PT, Dewan Eksekutif, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), serta ketentuan peralihan.
Penguatan SPMI menjadi bagian penting dalam memastikan budaya mutu berjalan secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga menekankan bahwa implementasi SPMI perlu diarahkan pada budaya mutu yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto, M. Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan UMKO dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah universitas untuk terus menyesuaikan sistem penjaminan mutu dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi.
BACA JUGA
“Bimtek ini memberikan pemahaman dan penguatan bagi UMKO dalam melihat arah perkembangan sistem akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kami akan menjadikan hasil kegiatan ini sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk memperkuat SPMI di lingkungan UMKO,” ujar Dr. Irawan.
Menurutnya, penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi proses akreditasi, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, Kepala LPM UMKO Dr. Yasinta Mahendra, M. Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan penguatan terhadap pemahaman LPM dalam mengimplementasikan SPMI sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Perubahan regulasi tentu perlu diikuti dengan penyesuaian dalam implementasi penjaminan mutu di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi penguatan SPMI dan bagaimana memastikan setiap proses mutu di UMKO terdokumentasi, terukur, serta ditindaklanjuti,” jelas Dr. Yasinta.
Ia menambahkan bahwa LPM UMKO akan terus mendorong penguatan budaya mutu melalui koordinasi dengan berbagai unit kerja di lingkungan universitas.
Keikutsertaan UMKO dalam Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya universitas untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan sistem penjaminan mutu. Dengan memahami perkembangan regulasi dan strategi akreditasi terbaru, UMKO berkomitmen membangun budaya mutu yang kuat sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan kepada sivitas akademika.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.