Kepercayaan orang tua terhadap sekolah tidak cukup dibangun melalui promosi. Keunggulan pendidikan, kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, hingga komunikasi guru dengan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun citra sekolah.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam pembinaan guru yang diselenggarakan Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun di Aula Islamic Center Madiun (ICM), Ahad (11/10/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA/SMK. Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus pengajar AIK UMJT, Awit Istighfarin, S.I.Kom., M.Med.Kom., hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi school branding.

Dalam pemaparannya, Awit menekankan bahwa school branding bukan sekadar membuat konten media sosial, memasang spanduk, atau mempromosikan penerimaan peserta didik baru. Branding harus dibangun melalui kesesuaian antara keunggulan yang disampaikan kepada masyarakat dan pengalaman nyata yang dirasakan siswa serta orang tua.

Melalui penyampaian yang interaktif, peserta diajak memahami alasan orang tua memilih satu sekolah dibandingkan sekolah lainnya. Apakah karena prestasi siswa, kualitas pembelajaran, lingkungan yang nyaman, pembentukan karakter, atau komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan refleksi bagi para guru untuk mengenali potensi dan keunikan sekolah masing-masing. Setiap sekolah memiliki karakteristik yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan apabila dikelola dan dikomunikasikan dengan baik.

Awit juga menyoroti peran guru dalam membangun citra sekolah. Cara guru mengajar, berkomunikasi dengan siswa, menjalin hubungan dengan orang tua, hingga menciptakan suasana belajar yang positif turut membentuk persepsi masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Dengan demikian, branding tidak berhenti pada pesan promosi. Apa yang disampaikan sekolah kepada masyarakat harus tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi diskusi singkat dengan pertanyaan, “Mengapa orang tua perlu memilih sekolah kita?”

Melalui aktivitas tersebut, para guru didorong untuk mengidentifikasi keunggulan yang benar-benar dimiliki sekolah masing-masing. Keunggulan itu harus dapat dibuktikan melalui kualitas layanan dan pengalaman pendidikan yang diterima siswa.

Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru, tidak hanya dalam menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga dalam membangun identitas dan citra positif lembaga pendidikan.

Pada akhirnya, sekolah yang dipercaya masyarakat bukan semata-mata sekolah yang paling gencar berpromosi. Kepercayaan tumbuh ketika keunggulan yang dijanjikan benar-benar dirasakan oleh siswa dan orang tua. (Pujoko)

Sumber Informasi & Rujukan PWMU.CO
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...