Kejuaraan Daerah (Kejurda) VII Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Jepara diikuti 150 peserta di Gedung Dakwah Umar Hasyim, Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Sabtu (10/10/2026). Kejuaraan ini menerapkan sistem penilaian digital (digital scoring) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan.
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pesilat untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, dan kedisiplinan sekaligus mengukur hasil pembinaan di sekolah maupun kontingen masing-masing.
Kejurda VII ini dihadiri Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, H. Hanbali, S.Pd., Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jepara, Heru Vidiadmoko, serta sejumlah perwakilan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di Kabupaten Jepara.
Kehadiran unsur persyarikatan dan organisasi pencak silat tersebut turut menandai dukungan terhadap pembinaan atlet dan pengembangan Tapak Suci di Kabupaten Jepara.
Terapkan Sistem Penilaian Digital
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam Kejurda VII Tapak Suci Jepara adalah penggunaan sistem penilaian digital (digital scoring). Teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari proses penilaian pertandingan dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku di Tapak Suci.
Penerapan sistem digital menjadi bagian dari upaya menyesuaikan penyelenggaraan pertandingan dengan perkembangan teknologi olahraga. Meski demikian, mekanisme dan cakupan penggunaan sistem tersebut perlu dilihat berdasarkan ketentuan teknis yang diterapkan panitia.
Bidang Prestasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Jepara, Alvin Dorang, menyampaikan bahwa kehadiran unsur persyarikatan dan organisasi pencak silat menunjukkan dukungan terhadap pembinaan atlet sekaligus penguatan peran Tapak Suci dalam pengembangan olahraga dan karakter generasi muda.
BACA JUGA
Kejurda VII Tapak Suci Jepara dibuka secara resmi oleh Sekretaris IPSI Kabupaten Jepara, didampingi Ketua PDM Jepara dan Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Jepara.
SMPN 2 Nalumsari Raih Juara Umum
Persaingan antarkontingen dalam Kejurda VII Tapak Suci Jepara menghasilkan tiga peraih gelar juara umum. SMPN 2 Nalumsari meraih Juara Umum I, disusul SD Muhammadiyah Kriyan sebagai Juara Umum II dan SD Muhammadiyah Bangsri sebagai Juara Umum III.
Alvin menyebut pencapaian tersebut menjadi hasil persaingan antarpeserta sekaligus motivasi bagi setiap kontingen untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pembinaan atlet.
Hasil kejuaraan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing kontingen dalam mempersiapkan pesilat menghadapi kompetisi berikutnya. Pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar para atlet dapat meningkatkan kemampuan teknik, kesiapan mental, dan sportivitas dalam pertandingan.
Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Jepara, Bambang Sulistiono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan pesilat, bukan semata-mata ajang untuk meraih kemenangan.
“Melalui penyelenggaraan Kejurda VII, Tapak Suci Jepara diharapkan semakin memperkuat sistem pembinaan pesilat secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui Kejurda VII, Tapak Suci Jepara diharapkan terus mengembangkan pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan. Selain meningkatkan prestasi olahraga, pembinaan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, sportivitas, dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. (*)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.