Semarang | Transformasi digital kini merambah hampir seluruh sendi kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, industri, hingga pelayanan publik. Namun, perkembangan teknologi tidak semestinya berhenti pada persoalan perangkat dan sistem digital. Lebih jauh, transformasi tersebut perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Persoalan itulah yang diangkat Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melalui Webinar Nasional 2026 yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Selasa (29/9/2026).

Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Akselerasi Sumber Daya Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, Webinar tersebut menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan sekaligus membagikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Webinar menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi. Mereka adalah Associate Professor Dewi Nur Aisyah, M. Sc., DIC., Ph. D., FRSPH, Technical Advisor for Primary Healthcare and Disease Control, Monash University (Indonesia), serta Prof. Dr. Edy Winarno, S. T., M. Eng., pakar Pengolahan Citra Digital, Kriptografi, Artificial Intelligence (AI), dan Computer Vision dari Unimus.
Kepala LP2M Unimus, Prof. Dr. Ir. Purnomo, M. Eng., mengatakan Webinar nasional tersebut merupakan agenda tahunan yang salah satunya ditujukan untuk membuka ruang diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tujuannya untuk mengakomodasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk didiseminasikan. Jadi, hasil itu tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi dibagikan kepada khalayak dan semua yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Prof. Purnomo, berbagi hasil penelitian menjadi penting agar pengetahuan dan pengalaman yang dihasilkan di lingkungan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
“Harapannya ini bisa lebih efektif untuk sharing pengetahuan, sharing pengalaman, kemudian memanfaatkannya untuk perubahan yang lebih baik,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilihan tema transformasi digital juga tidak terlepas dari perubahan yang berlangsung begitu cepat di berbagai sektor. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam Webinar kali ini, dua narasumber dihadirkan untuk melihat transformasi digital dari perspektif yang berbeda. Dewi Nur Aisyah membawa perspektif kesehatan, khususnya layanan kesehatan primer dan pengendalian penyakit, sementara Prof. Edy Winarno memperkuat pembahasan dari sisi teknologi digital, AI, pengolahan citra, kriptografi, dan computer vision.
“Dua narasumber kita saling melengkapi dan saling menguatkan untuk membahas transformasi digital untuk akselerasi sumber daya unggul,” tutur Purnomo.
BACA JUGA
Webinar Nasional UNIMUS 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Unimus dalam mendorong hasil penelitian dan pengabdian agar tidak berhenti pada ruang akademik. Sebanyak 122 presenter dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Peserta berasal dari berbagai wilayah, tidak hanya Pulau Jawa, tetapi juga dari Bali, Kalimantan, dan sejumlah daerah lainnya. Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Udayana, dan Institut Teknologi Kalimantan.
“Ini sangat bagus untuk sharing ilmu, pengetahuan serta pengalaman. Kalau kita melihat distribusi peserta atau presenternya, kegiatan ini banyak diminati. Ini memang sangat penting,” kata Purnomo.
Setelah sesi pleno, para presenter akan mengikuti sesi paralel yang terbagi dalam sejumlah ruang diskusi. Pada sesi tersebut, peserta memaparkan hasil penelitian, gagasan, maupun penerapan hasil penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan di masyarakat.
Materi yang dipresentasikan mencakup tujuh bidang utama, yakni teknik, ekonomi, kesehatan, MIPA, pendidikan, sosial humaniora, serta bidang lainnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof. Dr. Masrukhi, M. Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Webinar Nasional tersebut. “dari forum ini bisa terjalin untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi, sehingga kita semua dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam transformasi digital,” ujarnya.
Webinar Nasional UNIMUS sendiri telah menjadi agenda yang diselenggarakan secara rutin sejak 2018. Setiap tahun, kegiatan tersebut mengangkat tema yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus kebutuhan masyarakat.
Purnomo menegaskan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai ruang pertemuan akademisi sekaligus sarana memperkuat jejaring dan kolaborasi.
“Insyaallah setiap tahun kita akan menyelenggarakan kegiatan ini. Dari Unimus juga ingin menghadirkan talenta-talenta muda, diikuti banyak mahasiswa dan dosen, tidak hanya dari Unimus tetapi juga dari perguruan tinggi lain,” ujarnya.

Bagi Unimus, Webinar nasional tersebut bukan sekadar agenda akademik tahunan. Forum itu diharapkan menjadi titik temu antara pengetahuan, pengalaman, dan praktik di lapangan, sehingga transformasi digital tidak hanya dipahami sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui forum tersebut, Unimus juga mendorong agar hasil penelitian dan pengabdian dapat terus bergerak dari ruang akademik menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.