Membaca buku, menuliskan kutipan penting, hingga bertukar pandangan menjadi rangkaian kegiatan Eduflight Book Party yang digelar Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Educare Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lagoon Avenue Mall, Surabaya, pukul 16.00–17.30 WIB ini diikuti mahasiswa umum, kader PK IMM Educare, serta perwakilan komisariat IMM di lingkungan Unesa. Program kerja Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kebiasaan membaca sekaligus mengolah gagasan melalui diskusi.
Eduflight Book Party dirancang untuk memperkuat tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini berangkat dari perhatian terhadap kebiasaan mengonsumsi informasi secara cepat di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui aktivitas membaca dan berbagi pemahaman, peserta diajak untuk tidak berhenti pada penerimaan informasi, tetapi juga menelaah gagasan dan menghubungkannya dengan realitas sosial.
Membaca sebagai Cara Memahami Realitas
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang IMM Surabaya, Koordinator Komisariat IMM Unesa, serta perwakilan komisariat IMM di lingkungan Unesa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PK IMM Educare, Muhammad Nurdin Zulfa.
Dalam sambutannya, Nurdin menekankan pentingnya membaca sebagai aktivitas mendasar dalam proses pengembangan pengetahuan. Ia mengaitkan budaya membaca dengan ajaran Islam, khususnya wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw., yakni perintah iqra’ yang berarti membaca.
Membaca, menurut Nurdin, tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas memahami teks, tetapi juga perlu menjadi sarana untuk menelaah kehidupan secara kritis.
“Membaca bukan sekadar memahami apa yang tertulis di dalam buku, tetapi juga belajar memahami realitas kehidupan secara kritis. Melalui membaca, kita bisa memperluas wawasan, menguji pemahaman, dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Nurdin juga menyinggung tantangan literasi di Indonesia dengan merujuk hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Ia menilai budaya membaca perlu terus ditumbuhkan melalui kegiatan yang menarik dan partisipatif agar menjadi bagian dari kebiasaan mahasiswa.
BACA JUGA
“Kami berharap Eduflight Book Party bisa menjadi langkah untuk membangun kebiasaan membaca, baik secara pribadi maupun bersama-sama di lingkungan organisasi. Membaca seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh, bertukar gagasan, dan mengembangkan kapasitas intelektual, bukan sekadar rutinitas,” tandasnya.
Dari Membaca hingga Bertukar Perspektif
Setelah sambutan, peserta mengikuti sesi Silent Reading. Dalam sesi ini, setiap peserta membaca buku pilihannya secara mandiri. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan melalui sesi Write Your Quote dengan menuliskan kutipan atau poin penting dari bacaan masing-masing.
Aktivitas menulis kutipan tersebut menjadi bagian dari proses mengidentifikasi gagasan utama dan merekam pemahaman terhadap materi yang dibaca. Dengan demikian, peserta tidak hanya menyelesaikan bacaan, tetapi juga mengolah bagian yang dianggap penting untuk dibagikan kepada orang lain.
Rangkaian berikutnya adalah sesi Sharing & Perspective Exchange. Pada sesi ini, peserta menyampaikan hasil bacaan, mengemukakan pandangan, dan bertukar perspektif dengan peserta lain. Forum tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali perbedaan pemahaman serta melihat suatu gagasan dari sudut pandang yang beragam.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi untuk meninjau pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama acara. Sebagai penutup, panitia mengadakan permainan kelompok secara interaktif, kemudian mengumumkan dan membagikan hadiah kepada kelompok pemenang.
Menguatkan Tradisi Intelektual Kader
Eduflight Book Party menjadi salah satu upaya PK IMM Educare dalam menghadirkan kegiatan pengembangan keilmuan yang menggabungkan membaca, menulis, diskusi, dan refleksi. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar proses literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berlanjut pada pertukaran gagasan dan pengembangan pemahaman.
Melalui program ini, PK IMM Educare berharap budaya literasi dapat tumbuh di kalangan kader dan mahasiswa. Kebiasaan membaca yang disertai refleksi dan diskusi diharapkan turut mendukung pembentukan kader yang kritis, terbuka terhadap perbedaan perspektif, serta peka terhadap persoalan sosial. (*)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.