Timnas Putri Indonesia U-17 – Para pemain Sekolah Sepak Bola Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (SSB HW UMY) U-13 putra mendapat pengalaman berharga.

Mereka menjalani latihan bersama dan uji tanding dengan tim nasional putri Indonesia U-17. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola UMY, Minggu (20/9).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi pemain muda. Mereka dapat merasakan atmosfer permainan menghadapi tim tingkat nasional.

Pengurus SSB HW UMY, Satmoyo Budi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menambah pengalaman bertanding. Kegiatan ini juga memperluas wawasan para pemain U-13.

Kedua tim menjalani uji tanding dalam empat babak. Setiap babak berlangsung selama 20 menit.

“Tujuannya memberikan kesempatan bertanding dan pengalaman berharga bagi para pemain muda SSB HW UMY U-13 putra agar dapat merasakan atmosfer permainan menghadapi tim nasional,” jelas Satmoyo dalam wawancara daring, Selasa (22/9).

Menurutnya, menghadapi pemain tingkat nasional memberikan tantangan tersendiri bagi pemain usia dini. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik.

Para pemain juga perlu menyesuaikan diri dengan tempo permainan. Selain itu, mereka dituntut menerapkan taktik dan mengambil keputusan lebih cepat.

Belajar Membaca Permainan Lebih Cepat

Satmoyo menjelaskan bahwa pemain tingkat nasional memiliki kecepatan berpikir dan kematangan taktik. Kondisi tersebut mendorong pemain SSB HW UMY beradaptasi dengan ritme berbeda.

“Berhadapan dengan mereka memaksa pemain U-13 putra untuk berpikir lebih cepat, membaca situasi sebelum menerima bola atau melakukan scanning, serta mengambil keputusan dalam waktu yang lebih singkat,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda. Para pemain dapat melihat penerapan teknik dan taktik secara langsung.

Mereka juga belajar dari aspek lain di luar teknik bermain. Para pemain mengamati kedisiplinan dan komunikasi selama kegiatan.

Mereka juga melihat pergerakan tanpa bola serta kerja sama antarpemain. Hal tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mereka.

Pengalaman tersebut diharapkan membantu pemain memahami pentingnya kemampuan individu dan kerja sama tim.

Kedisiplinan, komunikasi, kecerdasan membaca permainan, dan kerja sama juga memengaruhi performa sebuah tim.

Pengalaman Langka yang Memantik Motivasi

Kesempatan berbagi lapangan dengan timnas putri Indonesia U-17 menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain.

Satmoyo menyebut para pemain menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Mereka juga bekerja lebih keras untuk menampilkan kemampuan terbaik.

“Bisa berbagi lapangan dan bertanding langsung melawan pemain tim nasional memberikan dorongan motivasi yang sangat besar. Para pemain tampil dengan kerja keras ekstra untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” tuturnya.

Bagi pemain berusia sekitar 13 tahun, kesempatan tersebut tergolong langka. Pengalaman itu juga menjadi momen yang membanggakan.

Satmoyo berharap pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kenangan positif. Para pemain juga diharapkan memiliki cita-cita untuk melangkah lebih jauh.

“Pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan positif, tetapi juga memicu impian mereka untuk suatu saat dapat menembus skuad Garuda atau tim nasional,” katanya.

Menurut Satmoyo, pertemuan dengan pemain tingkat nasional memberi gambaran mengenai standar permainan. Para pemain muda dapat melihat kemampuan yang perlu mereka capai.

Kemampuan tersebut dibangun melalui latihan konsisten dan kedisiplinan. Kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Baca juga: PSHW UMY Ukir Sejarah, Juara 1 Liga 4 PSSI DIY

Potensi Pembinaan Sepak Bola Putri di Yogyakarta

Latihan bersama tersebut juga menjadi momentum melihat perkembangan sepak bola putri usia dini di DIY.

Satmoyo menilai minat pesepak bola putri muda di DIY terus tumbuh. Kondisi tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan.

Semakin banyak akademi dan klub membuka kelompok umur putri. Kondisi ini dapat menjadi ruang untuk menemukan talenta sejak usia dini.

Namun, peningkatan minat perlu diikuti program latihan yang terarah. Kompetisi dan jalur pembinaan juga perlu tersedia secara berkelanjutan.

Dukungan institusi seperti UMY berpotensi memperkuat pembinaan sepak bola putri. Dukungan dapat dilakukan melalui fasilitas latihan dan penerapan ilmu keolahragaan.

Lingkungan pembinaan yang terstruktur juga diperlukan. Hal tersebut dapat membantu pemain berkembang sesuai tahapan usianya.

Latihan bersama timnas putri juga dapat menjadi sarana pembelajaran. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tolok ukur bagi klub lokal.

“Kesempatan berkolaborasi atau menggelar latihan bersama dengan tim nasional putri, seperti timnas putri U-17, dapat menjadi pemicu motivasi sekaligus tolok ukur pembinaan bagi klub-klub lokal di Yogyakarta,” jelas Satmoyo.

SSB HW UMY Siapkan Pembinaan Putri Berjenjang

Ke depan, SSB HW UMY menargetkan pembinaan sepak bola putri yang lebih terstruktur. Salah satunya melalui pembentukan kelompok umur putri.

Kelompok tersebut direncanakan mencakup U-13, U-15, hingga U-17. Program ini diarahkan untuk menciptakan jalur pembinaan yang berkesinambungan.

Pemain diharapkan berkembang secara bertahap sesuai usia dan kemampuan. Kebutuhan kompetisi juga akan menjadi bagian dari proses pembinaan.

Menurut Satmoyo, pembinaan berjenjang penting agar pemain tidak kehilangan ruang berkembang. Hal tersebut terutama ketika pemain memasuki kelompok usia berikutnya.

Selain latihan rutin, pemain membutuhkan kesempatan bertanding. Kompetisi dapat membantu mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Melalui latihan bersama dan uji tanding tersebut, SSB HW UMY memberikan pengalaman bagi pemain U-13 putra.

Kegiatan ini juga menjadi referensi untuk memperkuat pembinaan sepak bola putri. Pertemuan dengan tim nasional membuka ruang pembelajaran bagi klub lokal.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan sepak bola di Yogyakarta. Sekaligus, kegiatan ini dapat membuka ruang bagi lahirnya talenta muda.

Penulis: Abdul Majid

Foto: Arsip Humas UMY

Editor: Sakinatudh Dhuhuriyah

Sumber Informasi & Rujukan UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#PTMA

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...