Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melantik fungsionaris organisasi kemahasiswaan periode 2026/2027, mulai dari unit kegiatan mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Senat Mahasiswa tingkat universitas. Pelantikan berlangsung di Aula BAU UMM, Jumat, 02 Oktober 2026.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M. Si., dalam arahannya menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan membaca masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu melihat perubahan, membangun dialog, memperluas wawasan, serta mengolah pengalaman menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan.

“Kehadiran anak-anakku sekalian para fungsionaris ormawa ini memberi stimulus harapan yang kokoh, memberi kekuatan pijak bagi saya dan seluruh pengelola yang lainnya untuk bisa melihat hari esok dan hari depannya UMM,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan melihat ke depan menjadi salah satu bekal penting dalam proses membangun bangsa. Karena itu, keterlibatan dalam organisasi tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas tambahan selama kuliah, tetapi juga sebagai proses untuk membentuk cara berpikir dan pengalaman kepemimpinan.

Nazar sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa menerima amanah sebagai pemimpin berarti siap menerima risiko. Kepemimpinan, menurutnya, dibangun melalui karakter dan kapabilitas, sekaligus kemampuan mengelola risiko agar menghasilkan proses yang bermutu dan bermanfaat. Nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi juga perlu menjadi landasan agar kepemimpinan mampu merangkul perbedaan, menjembatani ketimpangan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kerangka tersebut, organisasi mahasiswa menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan kampus. Ia menyebut keberadaan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, serta Muhammadiyah sebagai tiga elemen yang perlu saling menguatkan agar proses pendidikan berjalan bermutu dan menghasilkan talenta yang mampu melampaui zamannya.

Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan UMM melalui Excellent Solution Center (ESC). Nazaruddin menjelaskan bahwa kampus tidak boleh berhenti sebagai knowledge provider, tetapi harus berkembang menjadi solution provider yang mampu memberikan pemecahan masalah bagi masyarakat. Arsitektur pendidikan tersebut ditopang tiga pilar, yakni service excellence, industry solution partner, dan talent incubator.

Sementara itu, Ketua BEM UMM, Nur Adli Salimi, menyampaikan visi menjadikan BEM UMM sebagai rumah gerakan kolektif demi terwujudnya poros padu progresif bagi UMM dan bangsa. Visi tersebut berlandaskan Catur Dharma PTMA, kebhinekaan di lingkungan UMM, serta upaya meningkatkan kembali partisipasi mahasiswa dalam kegiatan nonakademik dan organisasi.

Di sisi lain, Ketua Senat Mahasiswa UMM, Muh. Reza Pahlevi, menegaskan bahwa Senat akan hadir sebagai mitra bagi seluruh elemen kampus. Menurutnya, Senat tidak diposisikan sebagai oposisi, melainkan lembaga yang tumbuh bersama mahasiswa dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa.

Melalui pelantikan tersebut, UMM menegaskan peran organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pendidikan kepemimpinan. Para fungsionaris diharapkan mampu menjalankan amanah, membangun kolaborasi, serta membaca kebutuhan dan tantangan masa depan untuk kemajuan kampus dan masyarakat.(*Faq)

Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Sumber Informasi & Rujukan UMM
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Pendidikan Tinggi

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...