SUNGAILIAT – Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Dr. Ir. Fadillah Sabri, S. T., M. Eng., IPM., mengajak umat Islam untuk menyikapi perubahan zaman dengan sikap aktif, adaptif, dan penuh ikhtiar. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al-Itihad, Sungailiat, Jumat (25/9/2026).
Dalam khutbahnya, Fadillah menyoroti perubahan yang berlangsung cepat dan kompleks di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, perubahan saat ini tidak hanya terjadi dalam satu sektor, tetapi saling berkaitan dan dapat memengaruhi kondisi ekonomi, sosial, lingkungan, hingga kehidupan masyarakat.
Ia mencontohkan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), kebijakan lingkungan dan pertambangan yang dapat berdampak pada aspek kehidupan lainnya. Selain itu, perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), serta derasnya arus informasi turut mengubah pola pikir, perilaku, dan karakter masyarakat.
“Perubahan itu adalah suatu keniscayaan, perubahan itu pasti terjadi. Lalu bagaimana sikap kita sebagai umat Islam? Apakah kita hanya menunggu dan pasif terhadap perubahan yang begitu cepat, bahkan ada di sekitar kehidupan kita?” ujar Fadillah dalam khutbahnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan AI bahkan telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia mulai bertransformasi seiring meningkatnya penggunaan teknologi.
Perubahan tersebut, lanjut Fadillah, juga berpengaruh terhadap generasi muda. Arus informasi yang tidak terbendung dapat membentuk pola pikir dan perilaku, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan keluarga dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan bahwa Islam telah memberikan pedoman bagi umat dalam menghadapi perubahan. Fadillah mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Ia mengajak jamaah untuk mentadaburi ayat tersebut. Menurutnya, perubahan tidak hanya dimaknai sebagai upaya individu, tetapi juga sebagai gerakan kolektif yang melibatkan komunitas dan masyarakat.
BACA JUGA
“Perubahan tidak akan berdampak besar jika hanya dilakukan oleh individu, tetapi akan berdampak besar jika dilakukan secara kolektif, individu-individu yang berkumpul membuat komunitas.”
Karena itu, Fadillah menekankan pentingnya membangun perubahan yang dimulai dari cara berpikir dan perubahan diri. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi hati menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan perilaku manusia.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang apabila baik, maka baik pula seluruh jasad, dan apabila rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Segumpal daging tersebut adalah hati.
Pada bagian akhir khutbah, Fadillah menegaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan berserah diri tanpa ikhtiar. Menurutnya, transformasi sosial perlu diawali dengan transformasi individu agar perubahan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan negara.
“Kita tidak hanya sekadar berserah diri saja tanpa ikhtiar. Jika kita ingin melakukan suatu perubahan yang besar, transformasi sosial, kita harus berani memulai dari transformasi individu diri kita.”
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak bersikap diam ketika melihat persoalan sosial di lingkungan sekitar. Dalam Islam, menurutnya, umat memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan dakwah dan mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sebagai penutup, Fadillah mengutip hadis riwayat Muslim tentang kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan, baik dengan tangan atau kekuasaan, dengan lisan, maupun dengan hati sebagai bentuk keimanan.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa menghadapi perubahan zaman membutuhkan kesiapan pribadi sekaligus gerakan bersama. Umat Islam didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mengambil peran melalui perubahan diri, ikhtiar, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (MJ)
Ayo kuliah di UnMuh BaBel kampus yang Berkemajuan dan Mencerahkan”, Info lengkap hubungi WA Admin (0812 – 7493 – 1707) Website pmb : pmb.unmuhbabel.ac.id IG : https://instagram.com/unmuh_babel FB : https://www.facebook.com/unmuh.bangkabelitung Youtube : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
The post Rektor : Perubahan Adalah Keniscayaan, Umat Islam Tidak Boleh Pasif first appeared on UNMUH BABEL.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.