Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Keerom pada Senin (29/06/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Noken Harapan: Merajut Harga Diri Positif pada Remaja Binaan LPKA Kabupaten Keerom” dan merupakan implementasi dari pembelajaran pada mata kuliah Dasar Intervensi Psikologis, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu psikologi secara langsung di masyarakat.
Arso, UM Papua — Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan self-esteem atau harga diri positif pada remaja binaan LPKA sebagai salah satu faktor psikologis yang penting dalam mendukung proses pembinaan, pengembangan potensi diri, serta persiapan reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pembinaan. Melalui pendekatan psikologi yang bersifat edukatif dan partisipatif, peserta diajak untuk mengenali kelebihan yang dimiliki, membangun keyakinan terhadap kemampuan diri, serta menumbuhkan harapan dan motivasi dalam merencanakan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan dipimpin oleh Rika Vebrianti Rahmat, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus dosen Prodi Psikologi UM Papua. Dalam sesi utama, ia memberikan penguatan psikologis kepada anak-anak binaan melalui berbagai materi dan aktivitas yang bertujuan membangun rasa percaya diri, meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri, serta menanamkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki masa depannya. Rika menjelaskan, penguatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menjalani proses pembinaan secara lebih optimis dan adaptif.
Ia juga menjelaskan, bahwa mahasiswa Prodi Psikologi Semester VI turut berperan aktif sebagai fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan.
“Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman belajar berbasis praktik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi profesional dalam merancang dan melaksanakan intervensi psikologis di masyarakat” jelasnya.
BACA JUGA
Mahasiswa mendampingi setiap rangkaian kegiatan, memfasilitasi diskusi kelompok, serta membantu menciptakan suasana yang hangat, partisipatif, dan mendukung proses pembelajaran peserta.
Pelaksanaan kegiatan, jelas Rika, berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar.
“Antusiasme yang ditunjukkan oleh para remaja binaan selama mengikuti setiap sesi mencerminkan tingginya minat dan keterlibatan mereka dalam kegiatan”, jelasnya.
Ia berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dan permasalahan nyata di lapangan.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.