MAGELANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Pengajian Ramadan 1447 H regional Kedu Raya pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ‘Aisyiyah (PDA) serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan ‘Aisyiyah (PCA) se-Karesidenan Kedu.
\n\nPengajian tersebut menghadirkan sejumlah materi strategis, antara lain Akidah Islam Berkemajuan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Prof. Dr. H. Rozihan, S. H., M. Ag., Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Dr. H. Hamim Ilyas, M. A., serta pemaparan program digitalisasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) oleh Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah.
\n\nWakil Menteri Hadiri Pengajian Ramadan
\n\nKegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, S. Pd., M. I.Kom. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.
\n\nMenurutnya, kampus perlu memiliki kepekaan sosial agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
\n\n“Perguruan tinggi harus memiliki kepekaan sosial terhadap realitas di sekitarnya dan memastikan lulusannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
\n\nRektor Universitas Muhammadiyah Magelang, Dr. Lilik Andriyani, S. E., M. Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena UNIMMA dipercaya menjadi tuan rumah pengajian Ramadan tingkat Karesidenan Kedu.
\n\n“Alhamdulillah ini sebuah kehormatan bagi UNIMMA ketempatan penyelenggara kegiatan pengajian Ramadan se-Karesidenan Kedu. Insyaallah penuh berkah bagi UNIMMA,” ujarnya.
\n\nSementara itu, H. Muhammad Abdul Hisyam, S. Ag., M. H., dalam pengarahannya menekankan pentingnya memahami visi Islam berkemajuan yang menjadi landasan gerakan Muhammadiyah. Ia juga menyoroti perlunya penguatan sektor ekonomi umat.
\n\n“Kalau kita cari dokter di Muhammadiyah banyak, profesor banyak, tapi orang kaya di Muhammadiyah hampir tidak ada,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa Muhammadiyah pada awalnya dibangun oleh para pedagang dan wirausahawan.
\n\n
Tauhid Berkemajuan sebagai Fondasi Perubahan
\n\nDalam materi utama, Prof. Rozihan menjelaskan bahwa konsep tauhid berkemajuan merupakan fondasi penting bagi perubahan sosial. Menurutnya, pemahaman keagamaan dalam Muhammadiyah harus memadukan tiga pendekatan dalam manhaj tarjih, yaitu bayani, burhani, dan irfani.
BACA JUGA
Ia menegaskan bahwa kekuatan umat tidak hanya ditentukan oleh ibadah ritual, tetapi juga oleh kekuatan ilmu, ekonomi, dan amal sosial.
\n\n“Al-Mukminul qawiyyu ahabbu ilallah minal mukminin dha’if. Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah,” ujarnya.
\n\nRozihan juga mengingatkan agar umat Islam mewaspadai syirik tersembunyi atau syirik khafi, seperti mencintai harta, jabatan, atau kepentingan lain melebihi kecintaan kepada Allah. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan ilmu menjadi kunci agar umat mampu berperan aktif dalam membangun peradaban.
\n\nKHGT untuk Menyatukan Kalender Islam
\n\nSementara itu, Dr. Hamim Ilyas menjelaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) merupakan upaya Muhammadiyah untuk menghadirkan sistem kalender Islam yang bersifat global dan menyatukan umat.
\n\n“Sepanjang 14 abad sejarah Islam, belum ada sistem kalender Islam yang bersifat menyatukan kaum Muslimin seluruh penjuru dunia. Muhammadiyah menjadi persyarikatan yang mempelopori ini,” ungkapnya.
\n\nIa menambahkan bahwa KHGT tidak hanya berkaitan dengan penanggalan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang umat agar tidak hanya menekankan kesalehan ritual, melainkan juga kesalehan sosial.
\n\nMenurutnya, umat Islam perlu membangun kekuatan ekonomi dan peradaban agar mampu bersaing secara global. Jika tidak, umat berisiko tersingkir di tengah persaingan zaman.
\n\nDigitalisasi Muhammadiyah melalui Satu Data
\n\nSebagai penutup, pengajian juga menyinggung upaya digitalisasi organisasi melalui program Satu Data Muhammadiyah. Program ini menghadirkan aplikasi seperti Masa dan SatuMu yang bertujuan mempermudah pengelolaan data anggota, administrasi organisasi, serta integrasi layanan digital bagi warga Muhammadiyah.
\n\nMelalui pengajian Ramadan ini, PWM Jawa Tengah berharap para pimpinan persyarikatan dapat memperkuat pemahaman keislaman yang berkemajuan sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban umat di masa depan.
\nArtikel Pengajian Ramadan PWM Jateng di UNIMMA Dihadiri Wamen Dzulfikar Tawalla pertama kali tampil pada Muhammadiyah Jateng.
\n\n
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.