MUHAMMADIYAH.OR.ID JAKARTA – Hubungan antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ibarat dua sisi dari satu mata uang, meskipun berbeda di tiap sisinya seperti peran dan medan dakwah, keduanya tidak terpisahkan ke dalam satu kesatuan gerakan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy, dalam agenda Hari Bermuhammadiyah Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Jakarta Utara, pada Ahad (11/10). Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir menggiatkan agar kesatuan kedua organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah perlu terus dirawat dan diperkuat.

Lebih lanjut, menurutnya, sebab keterikatan itu antara lain didorong oleh sumber ideologi yang sama. Selain itu, keduanya bergerak dalam medan pengabdian yang saling melengkapi, sehingga tujuannya tetap sama.

“Karena itu, keterpaduan Muhammadiyah dan Aisyiyah perlu terus dirawat dan diperkuat,” ujar Muhadjir.

Keterikatan itu semakin diperkuat jika dilihat melalui dua mars yang selama ini menjadi identitas gerakan keduanya, yakni “Sang Surya” dan “Mars Aisyiyah”.

Menurut Muhadjir, Sang Surya memuat ideologi Muhammadiyah, seperti dalam liriknya: Ya Allah Tuhan Rabbiku, Muhammad junjunganku, Islam agamaku, dan Muhammadiyah gerakanku.

Bagi Muhadjir, pesan yang dimuat di dalam lirik tersebut menunjukkan dengan jelas posisi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang memiliki identitas dan orientasi perjuangan sendiri. Muhammadiyah, kata Muhadjir, tidak dibangun sebagai gerakan yang sekadar mengulang corak gerakan lain.

“Muhammadiyah bukan salafiyah dan bukan pula Dahlaniyah. Muhammadiyah adalah Muhammadiyah, sebuah gerakan Islam yang benar-benar bersumber dari ajaran Nabi Muhammad,” sebut Muhadjir.

Sedangkan Mars Aisyiyah, oleh Muhadjir, menggambarkan ideologi yang diterjemahkan ke dalam amal dan pengabdian di tengah masyarakat. Hal itu dicerminkan ke dalam penggalan liriknya: Mari beramal dan berdarma bakti, Membangun negara, Mencipta masyarakat Islam sejati.

“Kalau Sang Surya menggambarkan ideologi dan identitas gerakan Muhammadiyah, Mars Aisyiyah menggambarkan implementasi dan pengamalannya dalam kehidupan. Karena itu keduanya tidak bisa dipisahkan,” jelas Muhadjir.

Oleh karena itu, Muhadjir menyarankan di tiap acara Muhammadiyah tidak hanya menyanyikan Sang Surya, melainkan juga diikuti dengan Mars Aisyiyah. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi simbol mengenai keterpaduan kedua gerakan.

“Setiap kali menyanyikan Sang Surya, sebaiknya diikuti Mars Aisyiyah. Ini menjadi simbol bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah gerakan yang saling melengkapi dan saling menguatkan,” ujarnya.

Antara kedua organisasi, baik Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah meskipun mempunyai peran yang berbeda, keduanya tetap saling mengisi dan menguatkan. Misalnya peran ‘Aisyiyah dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah, yang berkiprah di perempuan seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan masyarakat, keluarga, dan berbagai bidang kehidupan lainnya.

Begitu pula Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang, dukungan, dan penguatan terhadap kiprah Aisyiyah agar potensi besar perempuan Muhammadiyah dapat terus berkembang.

Karena itu, kesatuan Muhammadiyah dengan Aisyiyah bukan hanya penting bagi keberlangsungan organisasi, tetapi juga bagi efektivitas dakwah di tengah perubahan masyarakat yang semakin kompleks.

“Muhammadiyah bukan sekadar organisasi dengan struktur dan perangkat kelembagaan, melainkan sebuah gerakan dakwah yang membutuhkan sinergi seluruh komponennya,” sebutnya.

Muhadjir mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat ideologi sekaligus memperluas amal nyata. Ideologi seperti yang ada di dalam Sang Surya memberikan arah perjuangan, sementara amal usaha dan pengabdian sosial pada Mars ‘Aisyiyah menjadi wujud nyata dari nilai-nilai yang diyakini.

“Sang Surya mengingatkan siapa Muhammadiyah dan ke mana gerakannya diarahkan, sedangkan Mars Aisyiyah mengingatkan bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam amal dan pengabdian,” pungkas Muhadjir. (Alam)

Sumber Informasi & Rujukan muhammadiyah.or.id
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...