Semarang | Hidup hanya sekali. Kalimat itu sering menjadi alasan untuk menikmati hidup, termasuk saat berbelanja. Namun, ketika keinginan membeli sesuatu datang terlalu cepat tanpa dipikirkan matang-matang, ungkapan You Only Live Once (YOLO) bisa berubah menjadi kebiasaan konsumtif.

Di tengah maraknya berbagai tawaran belanja daring, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengajak mahasiswa untuk lebih sadar dalam mengambil keputusan keuangan. Pesan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Mindful Buying VS YOLO – You Only Live Once” yang digelar Perpustakaan Unimus sebagai bagian dari rangkaian Library Festival (LIBFest) 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan 23 September 2026 di ruang 811 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Zona B tersebut tidak sekadar membahas bagaimana cara mengatur uang, tetapi juga mengajak mahasiswa melihat kembali kebiasaan mereka dalam membelanjakan uang sehari-hari.
Kepala Perpustakaan Unimus M. Firdaus CN, S. Hum. dalam sambutannya mengatakan, seminar diharapkan dapat memberikan manfaat, khususnya dalam membangun kesadaran literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

Ia menjelaskan, LIBFest menjadi agenda tahunan yang digelar setiap tahunnya pada bulan September sekaligus untuk memperingati Bulan Gemar Membaca. Rangkaian kegiatan diawali pada 14 September yang bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan.
Menurutnya, perpustakaan perguruan tinggi saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menyediakan buku dan literatur ilmiah.
“Sejatinya perpustakaan perguruan tinggi, termasuk Unimus, tidak hanya sebagai tempat untuk membaca dan penyedia literatur ilmiah, tetapi juga membangun literasi yang dibutuhkan mahasiswa,” ujarnya.
Salah satu literasi yang dinilai penting adalah literasi keuangan. Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya mengetahui teori tentang keuangan, tetapi juga perlu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar tersebut pun diarahkan untuk mengajak peserta merefleksikan cara mereka mengelola uang, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan hingga lebih cermat ketika menerima berbagai tawaran belanja khususnya di platform daring.
Harapannya, mahasiswa tidak mudah tergoda oleh berbagai penawaran yang muncul di ruang digital dan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
“Seminar hari ini tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi bagaimana merefleksikan kehidupan sehari-hari dengan tata kelola keuangan,” lanjutnya.
BACA JUGA

Dari tema “Mindful Buying VS YOLO – You Only Live Once” atau Antara Menikmati Hidup dan Membeli dengan Sadar. Untuk membedah tema tersebut, Perpustakaan Unimus menghadirkan Dr. Sukamto, S. E., M. Si., AWP., CRBD., dosen Program Studi Manajemen Unimus.
Dalam pemaparannya, Sukamto mengajak peserta memahami dua cara pandang yang kerap berhadapan dalam kehidupan sehari-hari, yakni mindful buying dan YOLO.
Mindful buying menempatkan kesadaran sebagai bagian penting sebelum seseorang memutuskan membeli sesuatu. Bukan berarti seseorang harus berhenti menikmati hidup, melainkan mampu bertanya kepada diri sendiri: apakah barang yang akan dibeli memang dibutuhkan, apakah sesuai kemampuan, dan apa dampaknya terhadap kondisi keuangan setelah transaksi dilakukan.

Sementara itu, YOLO atau You Only Live Once merupakan filosofi hidup yang menekankan pentingnya menikmati kehidupan karena kesempatan hidup hanya datang sekali.
Persoalannya muncul ketika prinsip tersebut diterjemahkan secara impulsif—membeli, bepergian, atau melakukan sesuatu hanya karena ingin menikmatinya saat itu tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
Di tengah kemudahan transaksi digital, keputusan membeli bahkan dapat terjadi hanya dalam hitungan detik. Potongan harga, flash sale, gratis ongkos kirim hingga berbagai promosi di media sosial menjadi pemicu yang membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan secara spontan.

Karena itu, literasi keuangan tidak berhenti pada kemampuan menghitung pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk menentukan kapan harus menikmati hidup dan kapan harus menahan diri.
Melalui LIBFest 2026, Perpustakaan Unimus mencoba membawa pembicaraan tentang literasi keluar dari halaman buku dan mendekatkannya dengan persoalan yang benar-benar ditemui mahasiswa setiap hari.
Sebab, menjadi literat bukan hanya tentang mampu membaca informasi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan.
Reportase Humas Unimus (Tri)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.