Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti mendorong Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) melakukan transformasi agar semakin relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Menurutnya, HW memiliki sejarah panjang dan nilai perjuangan yang kuat, tetapi tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam pembukaan Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kamis (8/10/2026).
Abdul Mu’ti mengapresiasi Kwartir Pusat Hizbul Wathan yang menyelenggarakan Tanwir I dengan tema “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kebutuhan HW untuk melakukan transformasi sebagai gerakan kepanduan yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa.
“Sedikit bicara, banyak bekerja. Saya tidak akan banyak bicara. Saya akan menyampaikan tiga hal,” ujarnya.
Menjaga Nilai Perjuangan di Tengah Perubahan Zaman
Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa Hizbul Wathan memiliki peran penting dalam membentuk patriotisme dan nasionalisme generasi muda. Ia juga menyebut sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan gerakan kepanduan HW, salah satunya Jenderal Soedirman.
Menurutnya, nilai patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan para tokoh tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Namun, proses pewarisan nilai itu harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kalau kita berbicara dunia masa kini, kita mulai melihat ada tantangan generasi yang tidak cukup memiliki mentalitas yang kuat,” katanya.
Ia menilai perubahan teknologi dan derasnya arus informasi telah menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Mereka kini semakin terhubung dengan dunia global, tetapi pada saat yang sama menghadapi berbagai persoalan yang dapat memengaruhi ketahanan mental dan karakter.
Abdul Mu’ti menyinggung istilah strawberry generation, yang menggambarkan generasi yang terlihat kuat dari luar, tetapi rentan ketika menghadapi tekanan.
Karena itu, menurutnya, pendidikan kepanduan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan diri, keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.
Nasionalisme Harus Ditanamkan melalui Pengalaman
Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa keterhubungan generasi muda dengan dunia global dapat memengaruhi rasa cinta terhadap tanah air. Karena itu, nasionalisme tidak cukup ditanamkan melalui slogan, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman, pembiasaan, dan keteladanan.
BACA JUGA
Ia menegaskan, berbagai persoalan generasi muda tidak boleh berhenti menjadi bahan pembicaraan dalam forum atau pidato.
“Kita tidak boleh hanya menjadikan masalah itu sebagai quote atau kutipan dalam pidato-pidato, tetapi tidak ada langkah signifikan yang kita lakukan. Permasalahan itu adalah tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.
Menurut Abdul Mu’ti, HW dapat mengambil peran melalui program pembinaan yang memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai kepanduan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
HW Harus Dekat dengan Generasi Muda
Abdul Mu’ti berharap Hizbul Wathan tidak menjadi gerakan yang hanya kuat dalam romantisme dan nostalgia sejarah. Sebaliknya, HW harus mampu hadir sebagai kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap persoalan generasi muda, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mendorong HW melakukan pembaruan program dan kegiatan agar semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
“HW harus lebih dekat dengan masyarakat di mana mereka berada dan menjadi kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bagi generasi muda itu sendiri dan bagi persoalan bangsa dan negara,” tuturnya.
Menurutnya, kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, revitalisasi HW perlu diarahkan untuk membentuk generasi yang kuat secara mental, memiliki keimanan dan ketakwaan, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Tanwir I Diharapkan Melahirkan Gagasan Baru
Abdul Mu’ti berharap Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan tidak sekadar menjadi forum pertemuan dan konsolidasi organisasi. Lebih dari itu, Tanwir diharapkan menjadi ruang untuk bertukar gagasan, menyusun langkah strategis, dan saling menginspirasi dalam membangun generasi Indonesia yang unggul.
Menurutnya, semangat kepanduan berkemajuan harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang mampu menjawab perubahan zaman sekaligus tetap menjaga nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi Hizbul Wathan.
Dengan transformasi tersebut, HW diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter, kompetensi, dan semangat kebangsaan yang kuat. (*)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.