Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Ngawi bersama Kafilah Penuntun menggelar kerja bakti dan penanaman pohon di Desa Ngrayudan, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada kawasan yang dipersiapkan menjadi bumi perkemahan atau camping ground desa setempat.

Aksi tersebut dilakukan untuk menyiapkan kawasan agar lebih bersih, hijau, dan nyaman. Ke depan, lokasi itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan kepramukaan, edukasi lingkungan, serta aktivitas penjelajahan alam terbuka bagi masyarakat.

Sejak pagi, para peserta bergotong royong membersihkan semak belukar, mengumpulkan sampah, dan merapikan area sekitar. Setelah pembersihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan menanam bibit pohon pelindung di sejumlah titik kawasan calon perkemahan.

Ketua Kelompok KKN Desa Ngrayudan, Khoirul Anam, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini adalah langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran ekologi bersama. Kami berharap penanaman pohon ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelangsungan dan keberlanjutan calon camping ground di Desa Ngrayudan,” ujar Khoirul Anam di sela-sela kegiatan.

Penanaman pohon menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon bumi perkemahan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Keberadaan pohon pelindung diharapkan membuat kawasan lebih teduh sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Selain memperindah kawasan, pepohonan dapat membantu mengurangi risiko erosi dan mendukung penyerapan air ke dalam tanah. Namun, manfaat tersebut bergantung pada jenis pohon, kondisi tanah, dan pemeliharaan setelah penanaman.

Kerja bakti juga menjadi sarana bagi mahasiswa dan anggota Kafilah Penuntun untuk memperkuat kebersamaan. Melalui gotong royong, peserta terlibat langsung dalam menjaga kebersihan dan menata lingkungan yang nantinya berpotensi digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Kolaborasi mahasiswa KKN dan Kafilah Penuntun STIT Muhammadiyah Ngawi tidak hanya berfokus pada kegiatan satu hari. Peserta juga berkomitmen melakukan pemeliharaan bibit pohon secara berkala agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama. Upaya pemeliharaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari keberlanjutan program penghijauan di Desa Ngrayudan.

Jika pengelolaannya terus dilakukan, calon bumi perkemahan ini diharapkan dapat berkembang menjadi ruang terbuka yang mendukung kegiatan kepramukaan, pembelajaran lingkungan, dan pengembangan potensi wisata lokal.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN dan Kafilah Penuntun ingin mendorong semangat gotong royong sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan. Keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh perawatan dan keterlibatan bersama dalam menjaganya.

Sumber Informasi & Rujukan PWMU.CO
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...