Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kelorlatte dan kunyitlatte dari pangan lokal (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-168 Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan inovasi pangan berupa Kelorlatte dan Kunyitlatte di Kampung Lowanu, Yogyakarta, pada 16 Agustus 2026. Kedua produk tersebut merupakan hasil pengembangan bahan pangan lokal menjadi minuman dengan konsep yang lebih modern dan memiliki nilai tambah.
Kelorlatte merupakan minuman yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utama, sedangkan Kunyitlatte memanfaatkan kunyit. Kedua bahan tersebut diolah menjadi minuman latte dengan cita rasa dan penyajian yang disesuaikan dengan selera masyarakat. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari kegiatan KKN Rekognisi RACANA Jogja dalam mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa melalui pemberdayaan dan pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ketua panitia kegiatan, Fathurrahman, mengatakan bahwa pengembangan kedua produk tersebut berangkat dari upaya mahasiswa melihat potensi bahan pangan lokal dari sudut pandang yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti kelor dan kunyit tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk olahan konvensional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif, modern, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
BACA JUGA
Pengembangan Kelorlatte dan Kunyitlatte dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan dan persiapan bahan, formulasi, pengolahan, hingga uji coba produk. Mahasiswa memperhatikan sejumlah aspek dalam proses tersebut, seperti rasa, aroma, warna, dan tingkat penerimaan konsumen. Tahapan ini dilakukan untuk memperoleh formulasi minuman yang sesuai dan dapat diterima oleh masyarakat.
Ketua RW 21 Kampung Lowanu, Robet, turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk berbahan pangan lokal tersebut. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam riset dan pengembangan produk, pengolahan pangan, kerja sama tim, serta kewirausahaan. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi potensi bahan, menyusun formulasi, melakukan uji coba, hingga mengembangkan produk yang memiliki daya tarik bagi konsumen.
Kelorlatte dan Kunyitlatte diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan komoditas lokal melalui inovasi pangan. Pengembangan kedua produk tersebut menunjukkan bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. (Mawar)
uad.ac.id
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.