ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terlibat dalam riset kolaboratif bersama dosen untuk mengembangkan alat deteksi distribusi beban dan kondisi lengkung kaki. Alat yang dikembangkan bernama PlantarLoad Assessment Box dan dirancang untuk membantu proses skrining kondisi telapak kaki.
Riset tersebut merupakan bagian dari pengembangan alat yang sebelumnya telah dibuat. Pada versi terbaru, PlantarLoad Assessment Box mendapatkan pengembangan berupa penambahan fitur pengukuran distribusi berat atau beban antara kaki kanan dan kiri.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk membantu melihat kondisi lengkung kaki seseorang, seperti lengkung kaki normal, flat foot, maupun high arch. Perbedaan distribusi beban antara kaki kanan dan kiri juga menjadi salah satu aspek yang dapat diamati melalui alat tersebut.

Dalam proses pengembangannya, teknologi Internet of Things (IoT) diintegrasikan untuk menghubungkan proses pengukuran dengan sistem berbasis web. Integrasi ini memungkinkan data berat badan, distribusi beban kaki kanan dan kiri, serta kondisi telapak kaki dapat diperoleh dan dipantau secara lebih praktis dan terukur.
Uji coba alat melibatkan lebih dari 40 partisipan yang merupakan anak-anak dari TK Aisyiyah 1 Gumpang. Keterlibatan responden tersebut menjadi bagian dari proses penelitian untuk menguji penggunaan alat dalam melakukan pengukuran distribusi beban dan kondisi lengkung kaki.
BACA JUGA
Mahasiswa Fisioterapi UMS, Naila Putri Kasanda, yang terlibat dalam riset tersebut mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam penelitian menjadi pengalaman berharga karena dapat mengikuti secara langsung berbagai tahapan pengembangan alat.

“Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Saya senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk berkolaborasi langsung dengan dosen. Dari proses ini, saya tidak hanya belajar tentang pembuatan alat, tetapi juga bagaimana mencari novelty, melakukan penelitian, hingga mengolah dan menganalisis hasil penelitian dari alat yang dikembangkan,” ungkapnya, Selasa, (22/9/2026).
Riset tersebut dilaksanakan bersama dosen pembimbing, Adnan Faris Naufal, S. Fis., M. Bmd., dengan mahasiswa terlibat dalam proses penelitian dan pengembangan alat.
Melalui pengembangan PlantarLoad Assessment Box, riset ini diharapkan dapat menghasilkan alat skrining telapak kaki yang praktis dan mudah digunakan dalam bidang fisioterapi maupun bidang kesehatan lainnya.
“Semoga PlantarLoad Assessment Box diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan alat dan penelitian selanjutnya di bidang fisioterapi,” harapnya. (Maysali/Humas)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.