Banjarmasin — Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) mengajak anak-anak Panti Asuhan Yayasan Banua Berkah Mandiri mengenal penggunaan obat yang tepat sejak dini melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Apoteker Cilik: Kenali Obatmu, Gunakan dengan Bijak, Jadilah Anak Sehat.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan kepada anak-anak melalui edukasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Diikuti oleh anak-anak mulai kelas 3 Panti Asuhan Yayasan Banua Berkah Mandiri. Melalui metode edukasi yang interaktif, peserta diajak mengenal obat dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Kegiatan tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas dan praktik secara langsung.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. apt. Nita Triadisti, M. Farm. selaku dosen pembimbing. Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan terdiri atas Dhea Nadilla selaku ketua pelaksana, Afifah Puspa Anggraeni, Asyiva, Aura Nasyafa, Devira Niken Putri Ferdinand, dan Siti Hamdah.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan profesi apoteker. Mahasiswa menjelaskan tugas dan peran apoteker dalam membantu masyarakat memperoleh, menggunakan, dan memahami obat dengan tepat. Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana agar peserta dapat mengenal profesi apoteker secara lebih dekat.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan obat, mulai dari pengertian, fungsi, hingga pentingnya menggunakan obat sesuai aturan. Anak-anak juga diperkenalkan dengan logo dan golongan obat yang terdapat pada kemasan. Melalui materi tersebut, peserta diarahkan untuk memahami bahwa tidak semua obat dapat digunakan secara bebas dan bahwa penggunaan obat tertentu memerlukan pengawasan orang tua maupun tenaga kesehatan.

Peserta juga memperoleh edukasi mengenai cara menggunakan obat secara benar dan bijak. Mereka diajak untuk membiasakan diri membaca informasi pada kemasan, memperhatikan aturan penggunaan, menggunakan obat sesuai anjuran, serta tidak menggunakan obat milik orang lain tanpa arahan dari orang tua atau tenaga kesehatan.
Tidak berhenti pada edukasi mengenai obat, mahasiswa juga memperkenalkan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Peserta diberikan pengetahuan mengenai tindakan awal yang sederhana ketika menghadapi cedera ringan serta diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan P3K dan fungsi dasarnya.
Untuk melengkapi edukasi kesehatan, peserta juga mendapatkan materi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Mahasiswa menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan. Materi tersebut kemudian dipraktikkan melalui kegiatan mencuci tangan yang baik dan benar, sehingga peserta dapat langsung mengikuti dan mempraktikkan langkah-langkah yang telah diberikan.
BACA JUGA
Dr. apt. Nita Triadisti, M. Farm. selaku dosen pembimbing menyampaikan bahwa edukasi kesehatan kepada anak-anak merupakan salah satu langkah untuk membangun pemahaman mengenai kesehatan sejak dini. Menurutnya, materi kesehatan perlu disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak agar lebih mudah diterima dan diingat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak mengenai obat dan kesehatan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak juga perlu mengetahui bahwa penggunaan obat harus dilakukan secara tepat dan tidak boleh sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Dhea Nadilla selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan dirancang agar peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
“Kami mencoba membuat kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Selain mengenalkan obat dan profesi apoteker, kami mengajak mereka mengenal P3K dan mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Harapannya, materi yang diberikan tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan setelah kegiatan selesai,” ujarnya.

Tim kelompok juga menyampaikan apresiasi kepada Panti Asuhan Yayasan Banua Berkah Mandiri atas keterbukaan dan dukungannya sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Menurutnya, keterlibatan pihak panti menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana edukasi yang nyaman dan interaktif bagi peserta.
Kegiatan Edukasi Apoteker Cilik menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa Profesi Apoteker dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan profesi apoteker, tetapi juga berupaya menanamkan pemahaman mengenai penggunaan obat yang bijak serta kebiasaan hidup sehat kepada anak-anak sejak usia dini.
Kolaborasi antara mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dan Panti Asuhan Yayasan Banua Berkah Mandiri diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi yang sederhana, interaktif, dan aplikatif.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.