Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang dihadiri langsung oleh Kepala Penjaminan Mutu, Dr. Yasinta Mahendra, M. Pd., turut mendampingi kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) hibah penelitian eksternal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) melalui program “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Sampah Terpadu dan Pengembangan Kompos di Ranting Aisyiyah Sindang Sari Lampung Utara.”
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program hibah berjalan sesuai dengan rencana, target, serta luaran yang telah ditetapkan. Kehadiran LPM dalam proses monitoring dan evaluasi sekaligus menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjaga kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Program pemberdayaan masyarakat tersebut diketuai oleh Yeyen Ilmiasari, S. P., M. P., dengan anggota Nyang Vania Ayuningtyas Harini, S. P., M. Si. dan Della Monica, S. I.Kom., M. I.Kom. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Risma Nur Amelia dan Raden Alfizar Koenang.
Program yang dilaksanakan di Ranting Aisyiyah Sindang Sari, Lampung Utara, berfokus pada pengelolaan sampah secara terpadu dengan mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam kegiatan monev, pelaksanaan program menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian, termasuk capaian kegiatan, keterlibatan masyarakat, dokumentasi, luaran program, serta keberlanjutan kegiatan. Proses tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat direalisasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sasaran.
Kepala Penjaminan Mutu, Dr. Yasinta Mahendra, M. Pd., hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendampingan LPM terhadap pelaksanaan program. Kehadiran pimpinan penjaminan mutu memberikan dukungan terhadap tim pelaksana sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam memastikan kegiatan hibah eksternal dilaksanakan berdasarkan prinsip mutu dan akuntabilitas.
Pendampingan LPM tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, tetapi juga pada upaya memastikan pelaksanaan program memiliki bukti capaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dokumentasi kegiatan, ketercapaian indikator, luaran, serta manfaat program bagi masyarakat menjadi bagian yang penting dalam proses monitoring dan evaluasi.
BACA JUGA
Program pengelolaan sampah terpadu juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab persoalan lingkungan di tingkat masyarakat. Melalui pengolahan sampah organik, masyarakat diarahkan untuk tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.
Pengembangan kompos menjadi salah satu kegiatan utama dalam program tersebut. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan tanaman dan pertanian masyarakat. Selain itu, apabila dikelola secara berkelanjutan, produk kompos memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu produk bernilai ekonomi.
Keterlibatan mahasiswa Risma Nur Amelia dan Raden Alfizar Koenang turut memberikan nilai tambah dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat sekaligus dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik dalam konteks permasalahan nyata di masyarakat.
Bagi LPM, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi bagian dari penguatan budaya mutu dalam penyelenggaraan program perguruan tinggi. Pendampingan secara langsung diharapkan dapat membantu memastikan setiap program yang memperoleh hibah eksternal dapat dilaksanakan secara terencana, terdokumentasi, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Sementara itu, keterlibatan Ranting Aisyiyah Sindang Sari menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Kolaborasi antara tim pelaksana dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pola pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara konsisten setelah program selesai.
Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan pengetahuan untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengelolaan sampah terpadu dan pengembangan kompos diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.
Pendampingan LPM dalam monitoring dan evaluasi hibah eksternal KEMENDIKTISAINTEK tersebut menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mengawal pelaksanaan program berbasis mutu. Dengan adanya sinergi antara LPM, tim pelaksana, mahasiswa, dan masyarakat, program pemberdayaan di Ranting Aisyiyah Sindang Sari diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat Lampung Utara.







Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.