October 8, 2026, oleh Humas Universitas

Serli Viviani Patrisia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Teknologi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023. ( Foto : Istimewa )

Belum menyandang gelar sarjana, tetapi sudah dipercaya bekerja sebagai laboran. Prestasi tersebut diraih Serli Viviani Patrisia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Teknologi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023. Menariknya, selain diterima bekerja sebelum lulus, mahasiswa semester tujuh ini juga berhasil membawa risetnya hingga publikasi di jurnal terindeks Scopus Q3.

Kesempatan bekerja itu datang setelah Serli mengikuti program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Udang UMM. Program tersebut membekalinya dengan keterampilan budidaya udang secara menyeluruh, mulai dari pembenihan, pembesaran, penanganan penyakit, manajemen kualitas air, hingga pengelolaan pakan.

Memasuki semester tujuh, Serli kemudian menjalani program magang di CV. Rejo Royal Vannamei yang berada di kampung halamannya, Banyuwangi. Baru tiga bulan menjalani magang, kinerjanya mendapat perhatian dari pihak perusahaan. Kepala laboratorium kemudian menawarinya untuk bergabung sebagai laboran.

“Sebelum menerima tawaran, saya berkonsultasi dengan dosen wali dan dosen CoE. Mereka sangat mendukung, menyarankan untuk mengambil kesempatan tersebut, dan membantu proses pemberkasannya,” ujarnya 07 Oktober lalu pada Humas UMM.

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti CoE menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja. Kehadiran praktisi dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) membuat pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memperkenalkan gambaran nyata kebutuhan industri.

Keterampilannya semakin terasah karena sejak semester tiga hingga semester enam, ia aktif menjadi asisten praktikum laboratorium. Pengalaman tersebut membuatnya semakin terbiasa menggunakan berbagai peralatan dan melakukan pengujian secara mandiri.

“Awalnya saya takut menggunakan alat-alat laboratorium karena mahal. Namun, berkat fasilitas prodi yang memadai dan kebiasaan berbagi ilmu saat menjadi asisten praktikum, saya jadi lebih percaya diri dan enjoy,” tuturnya.

Kini, sebagai laboran, Serli menjalani aktivitas yang menuntut ketelitian dan kedisiplinan. Sejak pagi, ia berkeliling ke 13 petak tambak udang untuk mengambil sampel air. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengukur berbagai parameter kualitas air, seperti pH, salinitas, amonia, nitrat, alkalinitas, hingga redox. Ia juga melakukan pengecekan parameter biologis, termasuk penanaman kultur bakteri dan plankton.

Tidak berhenti pada pengalaman kerja, Serli juga mencatat capaian akademik melalui riset. Prestasinya dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) tingkat nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mengantarkannya memperoleh konversi bebas skripsi. Penelitian tersebut juga berhasil dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus Q3 pada awal 2026.

Bagi Serli, pengalaman akademik dan profesional berjalan beriringan. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mencari pengalaman di luar ruang kelas, sekaligus tetap menjaga tanggung jawab akademik.

“Mencari pengalaman di lapangan itu sangat penting agar ilmu kita tidak hanya mandek di teori kampus saja. Tapi kita harus balance, jangan sampai sibuk mencari relasi tapi sering bolos kuliah. Intinya, kita butuh usaha dan tekad yang tinggi. Keinginan meraih mimpi tanpa usaha adalah omong kosong. Tekuni, rajin, dan teruslah mau belajar,” pungkasnya.(*Aur/Faq)

Penulis : Aura Tsania Andira Putri | Editor : Faqih Ahmad Wafir Rahman

Sumber Informasi & Rujukan UMM
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...