Pemandangan penuh keakraban dan semangat persaudaraan mewarnai Turnamen Futsal Milad Muhammadiyah ke-114 yang digelar PDM Kota Surabaya di Lapangan Futsal SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, Jojoran, Sabtu (10/10/2026).
Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi turun langsung ke tribun dan bergabung bersama Mufteen Mania, suporter SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, untuk memberikan dukungan kepada tim futsal PCM Kenjeran.
Ali Fauzi tidak memilih sekadar duduk menyaksikan pertandingan. Ia justru membaur bersama para suporter, ikut bersorak ria, menikmati lantunan lagu penyemangat, dan larut dalam ketegangan setiap pertandingan. Kehadirannya di tengah-tengah suporter memperlihatkan kedekatan seorang pimpinan dengan anggota tim dan generasi muda Muhammadiyah.
Atmosfer pertandingan semakin meriah dengan kehadiran Mufteen Mania yang tampil penuh energi. Sebagai satu-satunya kelompok suporter di tribun, mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu dukungan, meneriakkan yel-yel penyemangat, serta menabuh drum dengan suara menggelegar.
Hangatnya Kekeluargaan di Lingkungan Persyarikatan
Di tengah gemuruh tersebut, Ali Fauzi ikut menyatu dengan semangat Mufteen Mania. Sorakan demi sorakan menggema, mengiringi perjuangan para pemain yang berusaha memberikan penampilan terbaik di lapangan.
Momen ini menghadirkan pesan sederhana tetapi bermakna: dukungan seorang pimpinan bukan hanya berupa instruksi dan motivasi, melainkan juga kehadiran nyata ketika tim membutuhkan semangat.
Kebersamaan antara Ketua PCM Kenjeran dan para suporter menjadi gambaran hangatnya kekeluargaan di lingkungan Muhammadiyah.
Tidak ada sekat antara pimpinan dan pendukung. Semuanya berdiri dalam satu semangat, mendukung tim yang membawa nama PCM Kenjeran.
BACA JUGA
Perjuangan tim futsal PCM Kenjeran berlangsung penuh drama. Mereka membuka kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas PCM Pabean Cantian, kemudian menundukkan PCM Semampir dengan skor 2-0 untuk melangkah ke semifinal.
Meski harus mengakui keunggulan PCM Bubutan melalui adu penalti di semifinal, semangat tim tidak padam.
PCM Kenjeran bangkit pada perebutan juara ketiga dan kembali menghadapi drama adu penalti dan meraih juara ketiga.
Di sepanjang perjalanan itu, dukungan Mufteen Mania terus menggema. Tabuhan drum dan lantunan lagu menjadi penyemangat tersendiri, sementara kehadiran Ali Fauzi di tribun menambah kehangatan suasana dukungan.
Keberhasilan meraih juara ketiga bukan hanya menjadi kebanggaan para pemain, tetapi juga seluruh pihak yang turut berjuang dan memberikan dukungan, mulai dari jajaran PCM Kenjeran, official, pelatih hingga Mufteen Mania.
Kehadiran langsung Ali Fauzi di tribun menjadi salah satu momen yang membekas dalam turnamen ini.
Ia menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: hadir, menyemangati, dan ikut merasakan perjuangan bersama.
Pemain berjuang di lapangan, Mufteen Mania mengguncang tribun, dan Ketua PCM Kenjeran ikut bersorak bersama. Semua menyatu dalam satu kebanggaan. (*)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.