SEMARANG – Ketahanan pangan menjadi salah satu isu penting yang perlu dipahami generasi muda. Hal tersebut menjadi fokus dalam kunjungan SMA Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Magelang ke Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) yang berlangsung di Aula GKB 3 UNIMUS, Rabu (30/9/2026).
Kunjungan yang diikuti jajaran pimpinan, guru, serta siswa dan siswi SMA Mutual Magelang tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat isu ketahanan pangan melalui perspektif akademik dan kehidupan perguruan tinggi.

Rombongan SMA Mutual Magelang disambut oleh Kepala UPT Admisi UNIMUS, Iswahyudi Joko, M. Si. Dalam sambutannya, Iswahyudi menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan rombongan SMA Mutual Magelang ke UNIMUS.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan sejumlah fasilitas dan layanan yang dimiliki UNIMUS, termasuk Rumah Sakit UNIMUS sebagai salah satu fasilitas pendukung yang dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan di lingkungan universitas.
Selain mengenalkan lingkungan dan fasilitas kampus, Iswahyudi turut menyampaikan informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang dapat diraih oleh siswa ketika melanjutkan pendidikan di UNIMUS. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para siswa bahwa terdapat berbagai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi sesuai bidang yang diminati.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai ketahanan pangan yang menghadirkan Ketua Program Studi S1 Agribisnis UNIMUS Wahyu Imam Santoso, S. T.P., M. P. dan Sekretaris Program Studi S1 Teknologi Pangan UNIMUS Dr. Diode Yonata, M. TP. sebagai pemateri.
Kehadiran akademisi dari bidang Agribisnis dan Teknologi Pangan memberikan gambaran kepada para siswa bahwa ketahanan pangan memiliki cakupan yang luas. Isu tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga mencakup proses produksi, pengelolaan sumber daya, pengolahan, inovasi, hingga pengembangan nilai ekonomi produk pangan.
Dari perspektif Agribisnis, siswa dapat mengenal keterkaitan sektor pangan dengan pengelolaan sumber daya, rantai usaha, dan peluang pengembangan sektor pertanian. Sementara melalui Teknologi Pangan, siswa diperkenalkan pada peran ilmu pengetahuan dan inovasi dalam pengolahan serta pengembangan produk pangan.

Kepala SMA Mutual Magelang, Endang Sulistiowati, S. Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UNIMUS. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menggali pengalaman dan wawasan sebanyak mungkin.
BACA JUGA
“Ibu berharap gali pengalaman yang sebanyak-banyaknya dari kunjungan kita sini. Dari pengalaman yang sebanyak-banyaknya,” ujar Endang.
Ia mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan UNIMUS kepada rombongan SMA Mutual Magelang.
“Saya sebetulnya juga kaget dan luar biasa, sambutannya terlalu luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Endang, perjalanan dari Magelang menuju Semarang menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diharapkan memberikan hasil sebanding dengan proses yang telah dilalui para siswa.
“Insyaallah ilmu yang kita dapat sebanding dengan perjalanan kita hari ini,” tuturnya.
Ia juga berharap silaturahmi antara SMA Mutual Magelang dan UNIMUS dapat terus berlanjut dan membuka peluang kerja sama pada kesempatan berikutnya.
“Terima kasih, semoga jalinan kerja sama ini bisa berlangsung di lain kesempatan,” kata Endang.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai ketahanan pangan sekaligus melihat secara langsung bagaimana perguruan tinggi berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Bagi UNIMUS, kunjungan sekolah menjadi salah satu ruang untuk membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus memperkenalkan berbagai bidang keilmuan, fasilitas, serta peluang pendidikan yang dapat menjadi pilihan dan ruang kontribusi bagi siswa di masa depan.

Dengan mengenalkan isu ketahanan pangan sejak bangku sekolah, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya sektor pangan sekaligus melihat peluang inovasi, profesi, dan kontribusi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.