Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semampir mendapat visitasi dari tim juri CRM Award 2026, Jumat (2/10/2026) malam. Visitasi berlangsung selepas Salat Maghrib sebagai bagian dari rangkaian penilaian CRM Award 2026.

Dalam visitasi tersebut, tim juri menggali kondisi dan perkembangan PCM Semampir melalui sekitar 12 pertanyaan. Pertanyaan mencakup kelengkapan administrasi pimpinan, perkembangan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), rapat periodik, kaderisasi, dakwah, program ekonomi, kegiatan kepemudaan, hingga pengelolaan media sosial.

Ketua dan Sekretaris PCM Semampir memberikan penjelasan berdasarkan data serta dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim juri memberikan apresiasi kepada PCM Semampir yang berani mengikuti CRM Award 2026.

Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi PCM Semampir untuk menunjukkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus mendapatkan masukan mengenai aspek-aspek yang masih perlu diperkuat.

Salah satu perhatian juri adalah kegiatan kepemudaan. Juri mendorong agar kegiatan pemuda tidak hanya aktif dilaksanakan, tetapi juga memiliki jadwal yang jelas, terstruktur, dan terdokumentasi.

Program unggulan PCM Semampir juga diharapkan terus ditingkatkan sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi berkembang menjadi program yang memiliki dampak dan keberlanjutan.

Penguatan kualitas dan kuantitas kader menjadi salah satu pesan penting dalam visitasi tersebut. Berbagai kegiatan di lingkungan PCM diharapkan dapat menjadi ruang kaderisasi yang berkelanjutan.

Selain jumlah kader, kualitas pemahaman kader terhadap Kemuhammadiyahan juga menjadi perhatian. Tim juri menekankan pentingnya penguatan Kemuhammadiyahan dalam pembinaan kader.

Hal tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga pemahaman kader terhadap nilai, ideologi, dan manhaj Muhammadiyah di tengah dinamika pemikiran keagamaan yang berkembang.

Visitasi menghasilkan sejumlah catatan yang menjadi bahan evaluasi PCM Semampir.

Pertama, kelengkapan surat dan akta pimpinan menjadi salah satu aspek yang diperiksa dalam visitasi.

Kedua, PCM Semampir telah melaksanakan rapat periodik dua kali dalam satu bulan.

Ketiga, PCM Semampir belum memiliki program pelatihan mubalighat, sehingga pengembangan kader dakwah perempuan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Keempat, KMM belum terbentuk dan menjadi salah satu catatan yang perlu ditindaklanjuti.

Kelima, PCM Semampir telah memiliki ambulans, tetapi belum memiliki klinik sebagai pengembangan layanan kesehatan.

Keenam, PCM Semampir belum berlangganan Suara Muhammadiyah sebagai salah satu media dan literatur Persyarikatan.

Ketujuh, belum terdapat tim khusus pengelola media sosial PCM yang bekerja secara terstruktur.

Kedelapan, PCM Semampir telah memiliki sejumlah program ekonomi yang dipaparkan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian cabang.

Kesembilan, kegiatan pemuda perlu diperkuat dengan perencanaan, penjadwalan, dan dokumentasi yang lebih tertib.

Kesepuluh, program unggulan PCM diharapkan terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, dampak maupun keberlanjutannya.

Kesebelas, kualitas dan kuantitas kader perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang terarah.

Keduabelas, penguatan Kemuhammadiyahan bagi kader perlu dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Ketua PCM Semampir Marjoto mengatakan, CRM Award tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang penghargaan. Menurutnya, proses visitasi justru memberikan kesempatan kepada PCM untuk melihat kembali berbagai program yang telah berjalan dan mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Bagi kami, CRM Award bukan sekadar tentang penghargaan. Ini menjadi momentum untuk melihat apa yang sudah kita lakukan, apa yang masih kurang, dan apa yang harus kita perbaiki bersama,” ujar Marjoto.

Ia menambahkan, berbagai masukan dari tim juri akan menjadi bahan evaluasi PCM Semampir untuk melakukan pembenahan secara bertahap.

Keberadaan ambulans, program ekonomi, kegiatan dakwah, kaderisasi, serta berbagai aktivitas Persyarikatan menjadi modal yang akan terus dikembangkan. Sementara catatan terkait media sosial, mubalighat, KMM, kegiatan kepemudaan, dan penguatan Kemuhammadiyahan menjadi agenda yang perlu ditindaklanjuti.

Visitasi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Bagi PCM Semampir, proses tersebut bukan sekadar tahapan penilaian, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan menghidupkan gerakan Persyarikatan di tingkat cabang.

Dengan evaluasi, PCM Semampir berharap setiap catatan dapat berubah menjadi program pembenahan dan setiap program yang telah berjalan dapat terus memberikan kemanfaatan bagi jamaah dan masyarakat.

Sumber Informasi & Rujukan PWMU.CO
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Berita Daerah

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...