Sebanyak 49 siswa kelas XI MICO SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengikuti English Camp di Mr. Bob Kampung Inggris, Pare, Kediri, Ahad–Sabtu (4–17/10/2026). Selama dua pekan, mereka menjalani pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus membiasakan diri berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator MICO Smamita, Amilia Mahmuda, menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan kemampuan bahasa asing siswa.
“49 siswa MICO akan mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu di Mr. Bob,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti kelas bahasa Inggris tiga kali sehari pada Senin hingga Jumat. Adapun pada Sabtu, mereka berlatih berbicara bahasa Inggris di Lapangan Tulungrejo bersama peserta dari lembaga kursus lain.
“Untuk hari Sabtunya, mereka pergi ke Lapangan Tulungrejo untuk berlatih speaking dan bersosialisasi dengan peserta dari camp lain,” tuturnya.

Amilia berharap, pelatihan tersebut tidak berhenti pada penguasaan materi di kelas. Para siswa diharapkan mampu menerapkan kemampuan berbahasa Inggris secara aktif setelah kembali ke lingkungan sekolah.
“Tentunya kami berharap para siswa bisa lebih terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian, mengingat salah satu program MICO memang penguatan kemampuan siswa dalam bahasa asing,” ungkapnya.
Belajar Mandiri Jauh dari Orang Tua
Bagi siswa, English Camp juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru di luar kegiatan akademik. Raka Alhafiz, siswa kelas XI-5B, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani aktivitas jauh dari orang tua dalam waktu cukup lama.
“Ini pengalaman pertama saya untuk melakukan kegiatan di luar yang jauh dari orang tua dalam waktu yang lama,” ungkapnya.
Selama di Pare, Raka mengaku telah mengunjungi Pasar Senja dan Stadion Canda Bhirawa. Ia juga menikmati waktu luang bersama teman-temannya dengan berolahraga dan berkeliling kawasan Pare.
“Senang, terutama waktu free time, karena bisa sambil jogging atau ngonthel keliling Pare sama teman-teman, meski kadang merasa homesick,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat English Camp tidak hanya menjadi ruang untuk mengasah keterampilan berbicara bahasa Inggris.
Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih kemandirian, membangun kebersamaan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru selama dua pekan. (*)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.