ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengembangkan inovasi pangan FeBites, berupa crispy cookies berbasis hati ayam sebagai alternatif camilan sumber zat besi untuk mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja. Inovasi tersebut berhasil meraih silver medal atau medali perak dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
FeBites dikembangkan dengan mengolah hati ayam menjadi tepung yang kemudian diformulasikan bersama bahan lainnya, termasuk tepung bayam, untuk menghasilkan produk crispy cookies. Pemilihan bentuk cookies dilakukan karena dinilai praktis dan dekat dengan karakteristik camilan yang dikonsumsi remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua tim FeBites, Muhammad Reza Kurniawan, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berawal dari perhatian tim terhadap permasalahan anemia pada remaja. Tim kemudian mencari pendekatan berbasis pangan yang dapat lebih dekat dengan kebiasaan kelompok sasaran.

Tim FeBites terdiri atas Muhammad Reza Kurniawan, Putri Azzahra Namora, Asrofi Noor Masithoh, Reja Arrafi, Poppy Aureliana Riadita, dan Dwi Nur Afifah, dengan bimbingan Siti Arifah, S. Kp., M. Kes., Ph. D., dosen Program Studi Keperawatan UMS.
“Awalnya kami melihat permasalahan anemia pada remaja. Dari situ kami mencoba mencari alternatif yang bisa lebih dekat dengan kebiasaan remaja, salah satunya melalui camilan,” jelas Reza saat dimintai keterangan pada Jumat, (2/10/2026).
Reza menjelaskan, pengembangan FeBites dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengolahan hati ayam menjadi tepung, pembuatan tepung bayam, penyusunan formulasi, hingga pembuatan dan pengujian produk. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya terletak pada pemilihan bahan, tetapi juga pada pengolahannya menjadi produk pangan yang praktis dan mudah dikonsumsi.
BACA JUGA
Pengembangan inovasi tersebut melibatkan kolaborasi multidisiplin antara mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Program Studi Ilmu Gizi UMS. Empat mahasiswa Keperawatan dan dua mahasiswa Ilmu Gizi memadukan perspektif kesehatan, keperawatan, dan ilmu gizi dalam merancang produk yang merespons permasalahan kesehatan sekaligus mempertimbangkan kebutuhan gizi kelompok sasaran.
Dalam prosesnya, timnya juga memperoleh dukungan dari prodi hingga kampus. Dukungan tersebut turut membantu mahasiswa mengembangkan gagasan berbasis permasalahan kesehatan hingga dapat dipresentasikan dalam kompetisi inovasi tingkat internasional.
FeBites kemudian dipresentasikan dalam 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026, yang diselenggarakan oleh International Young Scientist Association (IYSA) bersama SEGi University & Colleges. Kompetisi tersebut berlangsung secara luring di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia, dengan FeBites mengikuti kategori Applied Life Science.
Dalam kompetisi tersebut, Muhammad Reza Kurniawan bersama tim mempresentasikan latar belakang permasalahan anemia, alasan pemilihan hati ayam, tahapan pengembangan produk, hingga inovasi yang ditawarkan melalui FeBites. Presentasi tersebut mendapat respons positif dari dewan juri yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk sekaligus memberikan masukan untuk pengembangan inovasi dalam jangka panjang.
Setelah melalui rangkaian penilaian, FeBites berhasil memperoleh Silver Medal yang diterima langsung pada Awarding Ceremony WICE 2026 pada 23 September 2026. Capaian tersebut menjadi pengalaman sekaligus bagian dari kontribusi mahasiswa UMS dalam mengembangkan inovasi yang berangkat dari permasalahan kesehatan masyarakat dan memperkenalkannya pada tingkat internasional.
Ke depan, timnya berencana mengembangkan FeBites agar dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar serta dapat terus disempurnakan sehingga memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. (Yusuf/Humas)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.