SUNGAILIAT, 11 Oktober 2026 – Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam (HIMASERDA) mengunjungi Kampung Daun, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, untuk mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan upaya konservasi flora lokal. Kegiatan edukatif ini diikuti oleh mahasiswa HIMASERDA dari semester satu hingga lima.

Ketua HIMASERDA, Nurun Aini, berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai keanekaragaman tumbuhan serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konservasi flora di tengah berbagai tantangan lingkungan saat ini.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bangka Flora Society (BFS), Ir. Dian Rossana Anggraeni, bersama suaminya, Yuli Tulistyanto, serta Sekretaris BFS, Fahmi Andika, S.Sos., sebagai narasumber.

Dian menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengenal dan mempelajari keanekaragaman hayati yang dimiliki Bangka. Menurutnya, kekayaan flora setempat juga tercermin dalam penamaan sejumlah desa yang berkaitan dengan nama tumbuhan.

“73% nama desa di Bangka diambil dari nama pohon. Hal ini membuktikan bahwasanya keanekaragaman hayati Bangka sudah dikenal sejak dahulu,” ujar Dian.

Ia mencontohkan Desa Kayu Besi yang namanya berkaitan dengan pohon kayu besi, serta Desa Rambak dan Desa Merawang yang juga disebut berkaitan dengan nama pohon. Penamaan tersebut menjadi salah satu hal menarik untuk ditelusuri dalam kaitannya dengan kearifan lokal masyarakat Bangka Belitung, termasuk kelekak.

Kelekak merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang memadukan kebun buah, tanaman hutan yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi, dan sistem agroforestri tradisional. Praktik ini mencerminkan hubungan masyarakat dengan lingkungan serta pemanfaatan sumber daya alam yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain membahas keterkaitan tumbuhan dengan kearifan lokal, para narasumber memperkenalkan tanaman pakcong (Psychotria viridiflora), yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai tanaman obat untuk membantu membersihkan dan merawat luka.

Yuli Tulistyanto juga memperkenalkan kekayaan flora Bangka Belitung lainnya, termasuk beragam jenis tanaman hias seperti anggrek dan hoya. Ia menyebutkan bahwa Bangka Belitung memiliki 22 jenis hoya.

“Bangka Belitung punya 22 jenis hoya,” ujar Yuli.

Salah satu jenis yang menarik perhatian adalah Hoya imperialis, yang tumbuh di Bangka dan dikenal memiliki bunga berukuran besar dengan bentuk yang menawan. Keindahan serta ukuran bunganya menjadikan tanaman ini salah satu jenis hoya yang menarik bagi pencinta tanaman hias.

Selain berdiskusi dan memperoleh penjelasan dari narasumber, mahasiswa HIMASERDA diajak berkeliling Kampung Daun untuk mengamati beragam jenis flora secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal keanekaragaman tumbuhan lebih dekat sekaligus memperdalam pemahaman tentang pentingnya konservasi sumber daya alam.

Melalui kegiatan ini, HIMASERDA diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin peduli terhadap kekayaan flora lokal dan berperan aktif dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati Bangka Belitung. (FSR)

Ayo kuliah di UnMuh BaBel kampus yang “Berkemajuan dan Mencerahkan”, Info lengkap hubungi WA Admin (0812 – 7493 – 1707) Website pmb : pmb.unmuhbabel.ac.id IG : https://instagram.com/unmuh_babel FB : https://www.facebook.com/unmuh.bangkabelitung Youtube : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

The post HIMASERDA Unmuh Babel Belajar Keanekaragaman Flora dan Kearifan Lokal di Kampung Daun first appeared on UNMUH BABEL.

Sumber Informasi & Rujukan UNMUH BABEL (Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung)
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...