Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, terpilih sebagai Outstanding Participant dalam program Training of Trainers (TOT) Psychological Well-Being. Atas pencapaian tersebut, ia dijadwalkan mengikuti studi banding ke Hiroshima University, Jepang, pada Ahad-Sabtu (11–17/10/2026).

Program ini diselenggarakan melalui kerja sama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Hiroshima University. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan pemahaman mengenai kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) di lingkungan pendidikan.

Melalui program ini, peserta terpilih berkesempatan memperdalam pemahaman sekaligus berbagi praktik baik terkait kesejahteraan psikologis. Bidang tersebut relevan dengan peran guru BK dalam mendampingi siswa, termasuk membantu mereka menghadapi persoalan yang dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan diri.

Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Ika. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Jepang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan layanan pendampingan psikologis siswa di sekolah.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Ika Famila Sari atas pencapaian luar biasa ini. Keberangkatan beliau ke Hiroshima University bukan hanya kebanggaan bagi Smamio, tetapi juga menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik di tingkat internasional. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi banding di Jepang dapat diterapkan untuk memperkuat pendampingan psikologis siswa di sekolah kami,” ujar Ulyatun.

Penguatan Kesejahteraan Psikologis di Sekolah

Keikutsertaan Ika dalam program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensinya sebagai guru BK, terutama dalam memahami pendekatan kesejahteraan psikologis di lingkungan pendidikan.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat pendampingan siswa di Smamio. Dengan demikian, pengembangan kompetensi pendidik tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang mengikuti program, tetapi juga berpeluang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah. (*)

Sumber Informasi & Rujukan PWMU.CO
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...