Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) menggelar Roadshow Garuda Spark Nextpreneur Sumut 2026 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Kampus Utama UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, pada Senin (5/10) ini ditujukan untuk memberikan edukasi komprehensif kepada mahasiswa mengenai pengembangan ekosistem digital, alur tahapan program, serta berbagai persiapan penting dalam menghadapi inkubasi Innovation Hub.
Kegiatan edukatif ini dibuka Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) UMSU Assoc. Prof. Dr. Al-Khowarizmi, S.Kom., M.Kom. Acara dihadiri ,Abdul Rahman Tenaga Ahli Djendral Ecosystem Kementrian komdigi dan Manager Partnership GSIH, Abdul Latif Wahid Nasution Founder dan CEO KEPUL, para Kepala Biro di lingkungan UMSU.
Roadshow Garuda Spark Nextpreneur Sumut 2026 di UMSU diisi dengan talkshow yang dipandu Yoshida Sary, S.Kom., M.Kom dari FIKTI UMSU. Tenaga Ahli Djendral Ecosystem Kementrian Komdigi Abdul Rahman yang juga tampil sebagai narasumber menjelaskan bahwa Garuda Spark merupakan inisiasi program strategis dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan startup, modernisasi UMKM digital, serta pembinaan talenta digital. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan krisis lapangan kerja di masa bonus demografi sekaligus mendorong mahasiswa agar bertransformasi dari sekadar konsumen digital menjadi produsen teknologi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Dalam menjalankan programnya, Garuda Spark menetapkan beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. Alur program dimulai dari tahap pendaftaran dan seleksi awal untuk mengkurasi ide-ide bisnis solutif dari para calon perintis (founder). Peserta yang berhasil lolos seleksi kemudian akan memasuki tahap klinik dan inkubasi guna mendapatkan pendampingan intensif (mentoring) terkait pematangan model bisnis, validasi produk, serta strategi penetrasi pasar. Setelah itu, peserta akan dihubungkan dengan jaringan industri serta ekosistem digital yang lebih luas, hingga berkesempatan mencapai tahap akhir berupa akses peluang pendanaan dan pengembangan usaha hingga senilai Rp300 juta bagi gagasan yang dinilai paling berpotensi dan berdampak.
BACA JUGA
Lebih lanjut, guna menghadapi proses seleksi dan pendampingan dalam Innovation Hub tersebut, mahasiswa diimbau untuk melakukan sejumlah persiapan matang sejak dini. Para calon peserta diharapkan menyiapkan gagasan bisnis berbasis teknologi yang memiliki landasan masalah yang jelas serta solutif bagi masyarakat. “ Kesiapan mental serta komitmen untuk konsisten mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan bimbingan juga sangat diperlukan agar ide bisnis yang dirancang mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui penyelenggaraan roadshow ini, Garuda Spark bersama UMSU berharap dapat membuka wawasan teknopreneur para mahasiswa serta menjaring talenta-talenta digital berbakat dari lingkungan kampus yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera Utara dan Indonesia.
Sebelumnya, Dekan FIKTI UMSU Assoc. Prof. Dr. Al-Khowarizmi, S.Kom., M.Kom. menyampaikan bahwa kolaborasi UMSU dengan Garuda Spark dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini telah terjalin erat melalui berbagai program pengembangan talenta digital, seperti Medan Coding Competition (MCC) dan sertifikasi digital lainnya. Ke depan, UMSU juga bersiap menjalankan program pengganti PSDA yang dinamakan Digital Experience (DEX), serta menjajaki kerja sama strategis pembangunan gelanggang inovasi kecerdasan buatan (AI Innovation Hub) di UMSU yang didukung oleh Komdigi sebagai pusat inovasi pertama di luar Pulau Jawa.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.