BANJARMASIN – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) kembali melahirkan tenaga profesional di bidang kesehatan melalui pengucapan sumpah profesi 56 apoteker baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), Fakultas Farmasi, Periode IV Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I UMBJM, Dr. apt. Risya Mulyani, M.Sc., menekankan pentingnya integritas, keterampilan, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Calamus Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Kamis (8/10/2026), dilaksanakan dalam sidang terbuka yang dipimpin oleh Wakil Rektor I UMBJM. Sebanyak 56 peserta dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi pengucapan sumpah profesi sebagai tahapan penting dalam perjalanan mereka menjadi tenaga profesional di bidang kefarmasian.
Dalam sambutannya, Risya Mulyani mengingatkan bahwa profesi apoteker memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, kompetensi keilmuan harus berjalan beriringan dengan ketulusan, keterampilan, serta kesadaran untuk menjalankan amanah profesi secara bertanggung jawab.
“Profesi yang mulia lahir dari hati yang ikhlas dan tangan yang terampil. Apoteker adalah profesi mulia karena bersentuhan langsung dengan nyawa dan keselamatan manusia, maka embanlah tanggung jawab dan tugas tersebut dengan penuh kemuliaan,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para apoteker baru bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan profesi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menerapkan ilmu secara tepat, menjaga etika profesi, dan memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien.
Prosesi pengucapan sumpah diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, apt. Mustika Muthaharah, M.Farm. Selanjutnya, Dekan Fakultas Farmasi UMBJM, apt. Andika, M.Farm., mengambil sumpah para calon apoteker yang kemudian dikukuhkan oleh rohaniawan. Rangkaian prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah sumpah dan penyerahan sertifikat profesi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi UMBJM turut menekankan pentingnya menghayati sumpah profesi sebagai komitmen yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Para apoteker diharapkan senantiasa menjunjung tinggi integritas, kejujuran, sikap amanah, etika profesi, serta akhlakul karimah dalam menjalankan pengabdian. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk terus belajar sepanjang hayat dan menjaga nama baik almamater di mana pun mereka menjalankan profesi.
BACA JUGA
Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd., serta perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. apt. Azis Saifudin, Ph.D. Kehadiran unsur pimpinan universitas, fakultas, dan organisasi profesi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kompetensi serta tanggung jawab profesional para apoteker.
Selain prosesi sumpah profesi, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi capaian akademik dan kompetensi lulusan. Lima lulusan terbaik menerima penghargaan atas prestasi yang diraih selama menempuh pendidikan profesi.

Peringkat pertama diraih oleh apt. Risa Ahdyani, M.Pharm.Sci., dan apt. Fatimah, S.Farm., yang masing-masing memperoleh IPK 3,99. Risa juga meraih nilai terbaik Uji Kompetensi Nasional Apoteker berbasis Computer-Based Test (CBT), sedangkan Fatimah memperoleh nilai terbaik pada Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Sementara itu, peringkat ketiga hingga kelima diraih oleh apt. Wiwin Nadia, S.Farm., apt. Yulianita Pratiwi Indah Lestari, M.Farm., dan apt. Rina Helmina, S.Farm., yang masing-masing mencatatkan IPK 3,98.
Di penghujung acara, suasana haru menyelimuti persembahan para apoteker kepada orang tua melalui puisi dan lagu. Para lulusan kemudian menyampaikan rasa terima kasih serta menyerahkan bunga kepada orang tua masing-masing sebagai ungkapan penghargaan atas doa, dukungan, dan pengorbanan selama menempuh pendidikan.

Melalui momentum ini, UMBJM berharap para apoteker baru mampu membawa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik kefarmasian yang profesional, beretika, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Para lulusan juga diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.