ums.ac.id, SURAKARTA – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik (campus visit) dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas wawasan pendidikan tinggi sekaligus memotivasi para santri agar terus mengembangkan keilmuan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta, yang terdiri atas rombongan MA Al Karim dan perwakilan FAI UMS. Rombongan MA Al Karim didampingi oleh dua pengajar, Ustadz Aldi Maulana Yusuf dan Ustadz Ikhsan Faturrohman, S.Pd., serta disambut langsung oleh Wakil Dekan III FAI UMS, Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc.

Fauzul menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dari perjuangan di jalan Allah. Ia mendorong para santri untuk tidak berhenti pada pendidikan pesantren, tetapi terus memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.
“Belajar merupakan bagian berjuang di jalan Allah, dan memang di era modern ini bentuk terbaiknya adalah belajar tersebut. Bertafaqquh di pondok, dan kemudian melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” ungkap Fauzul, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, kedalaman spiritual, dan pemahaman agama. Namun, perkembangan zaman menuntut generasi Muslim untuk menguasai berbagai disiplin ilmu agar mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan kehidupan modern.
Fauzul menjelaskan bahwa secara epistemologis, keilmuan FAI UMS senantiasa berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan merujuk pada khazanah pemikiran para ulama klasik. Fondasi tersebut terus dikembangkan melalui pendekatan akademik yang relevan dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Sebagai respons terhadap perkembangan zaman, FAI UMS mengembangkan kontribusi dakwah dan keilmuan melalui tiga bidang utama, yakni hukum dan ekonomi Islam, pendidikan Islam, serta pengkajian Al-Qur’an dan tafsir yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.
Ketiga bidang tersebut menjadi ruang strategis bagi generasi Muslim untuk mengintegrasikan pemahaman keagamaan dengan kompetensi profesional. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam diharapkan tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga diimplementasikan dalam berbagai sektor kehidupan.
BACA JUGA
Kunjungan MA Al Karim juga menegaskan pentingnya kesinambungan pendidikan antara pesantren dan perguruan tinggi. Bekal hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan, dan pembentukan karakter yang diperoleh di pesantren menjadi modal penting bagi santri untuk mengembangkan kemampuan akademik dan profesional.
Pengajar MA Al Karim, Ustadz Aldi Maulana Yusuf, menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih luas kepada para santri mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan.
“Kami berharap kunjungan ke FAI UMS ini dapat membuka wawasan para santri bahwa pendidikan pesantren bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan fondasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami ingin para santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh sebagai intelektual Muslim yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Aldi.
Harapan tersebut sejalan dengan komitmen FAI UMS dalam mengembangkan pendidikan Islam yang mengintegrasikan kedalaman spiritual, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kepedulian sosial.
Pendidikan tinggi diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk memperluas kapasitas intelektual sekaligus mengembangkan potensi pengabdian dalam berbagai bidang kehidupan.
Pada akhir kegiatan, Fauzul kembali menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus dakwah Islam. Ia berpesan agar para santri tidak berhenti pada pencapaian sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi mampu mengembangkan diri menjadi penyampai pesan-pesan Islam melalui berbagai bidang pengabdian.
Para santri didorong untuk mengambil peran dalam bidang ekonomi, hukum, pendidikan, serta dakwah di masjid dan majelis masyarakat. Dengan demikian, ilmu dan hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat yang luas bagi kehidupan umat.
Melalui kegiatan campus visit pada Kamis (1/10/2026) ini, FAI UMS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah serta responsif terhadap perkembangan zaman.
Kunjungan MA Al Karim diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa. (Fika/Humas)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.