Usaha kuliner rumahan Dapur Shincan di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, terus berbenah untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Dapur Shincan mendapatkan pendampingan mulai dari inovasi produk, peningkatan kapasitas produksi, pemasaran digital, manajemen usaha, hingga pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim pendamping dipimpin oleh Dr. Ir. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T., dengan anggota Dr. Feti Fatimah, S.E., M.M., dan Nely Ana Mufarida, S.T., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Bela Pitaloka, Muhammad Raihandy Alfiansyah, dan Mochammad Waris Ramadhani.

Sebelum memperoleh pendampingan, Dapur Shincan lebih banyak memproduksi ayam ungkep siap goreng. Keterbatasan peralatan, belum adanya standar produksi tertulis, serta minimnya variasi produk menjadi tantangan yang dihadapi.

Melalui pendampingan tersebut, Dapur Shincan mulai mengembangkan berbagai produk baru, seperti ayam bumbu merah, ayam bawang putih, ayam kecap, ayam pedas, ayam kare, ayam bumbu rujak, nugget ayam, hingga produk frozen ready-to-cook.

Dapur Shincan Naik Kelas, Tim Unmuh Jember Dampingi Inovasi Produk hingga Pengelolaan Limbah
Dapur Shincan Naik Kelas, Tim Unmuh Jember Dorong Inovasi Produk hingga Pengelolaan Limbah (Khoirul Anam/PWMU.CO)

Pengembangan produk didukung dengan pemanfaatan peralatan produksi, antara lain presto, blender bumbu, deep fryer, vacuum sealer, freezer, serta timbangan digital. Peralatan tersebut membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas dan higienitas produk.

Selain inovasi produk, tim Unmuh Jember juga mendampingi penguatan identitas usaha melalui pembaruan kemasan. Produk kini menggunakan kemasan food grade dengan sistem vakum dan dilengkapi informasi yang lebih lengkap, seperti komposisi, berat bersih, tanggal produksi, dan identitas produsen.

Di bidang pemasaran, Dapur Shincan mulai memanfaatkan berbagai platform digital, seperti Instagram, WhatsApp Business, TikTok, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam program ini. Limbah cair produksi kini dikelola menggunakan grease trap untuk menyaring lemak sebelum masuk ke saluran pembuangan. Minyak jelantah dipisahkan untuk dikelola secara khusus, sedangkan limbah bulu ayam dikumpulkan dan disimpan dengan lebih baik.

Penguatan kapasitas mitra juga dilakukan melalui pendampingan pembukuan sederhana menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi pencatatan keuangan UMKM. Mitra dibimbing dalam pencatatan arus kas, pengelolaan stok, hingga perhitungan harga pokok produksi (HPP).

Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pendampingan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun kemandirian usaha.

“Kami ingin mitra tidak hanya menghasilkan produk yang lebih baik, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen, pemasaran, dan pengelolaan lingkungan sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra. Nilai rata-rata keberdayaan meningkat dari 51,50 sebelum pendampingan menjadi 86,38 setelah program berjalan atau naik sekitar 67,88 persen.

Peningkatan tersebut meliputi kemampuan menggunakan teknologi produksi, mengembangkan produk, melakukan pembukuan, memanfaatkan media digital, hingga mengelola limbah hasil produksi.

Melalui program ini, Dapur Shincan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga berkembang menjadi UMKM yang lebih tertata dari sisi produksi, pemasaran, manajemen, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat UMKM berbasis potensi lokal yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. (*)

Sumber Informasi & Rujukan PWMU.CO
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...