Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Jawa Timur pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1,25–2,5 meter hingga 2,5–4 meter.

Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Masalembo, Bawean bagian utara dan selatan, Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, serta perairan utara Bangkalan. Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di Perairan Banyuwangi, perairan utara Sampang, Pamekasan, Sumenep bagian utara, Kepulauan Sapudi bagian utara dan selatan, serta Kepulauan Kangean bagian utara, timur, dan selatan.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5–4 meter diprakirakan terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, dan Jember. Potensi gelombang tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran.

Dikutip dari Detik.com, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa kondisi perairan Jawa Timur saat ini didominasi angin timuran. Angin cenderung bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 27 knot. Sementara itu, kondisi cuaca di seluruh wilayah perairan Jawa Timur secara umum diprakirakan cerah berawan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan. Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Kapal tongkang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter. Adapun kapal feri perlu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.

BMKG mengingatkan pelaku pelayaran untuk memperbarui informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di laut. Pemantauan informasi secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi perairan yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.(*Faq)

Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Sumber Informasi & Rujukan UMM
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Pendidikan Tinggi

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...