ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat dakwah ekonomi di tingkat akar rumput persyarikatan. Melalui skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) yang dikelola oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS), tim pengabdi UMS menerjunkan kepakaran lintas disiplin untuk mendampingi usaha mikro Zahin Snack, unit usaha olahan pangan yang dikelola kolektif oleh anggota Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Blagung, Boyolali.

Program bertajuk “Pendampingan Pengelolaan Keuangan, Penentuan Harga, dan Pemasaran Produk Zahin Snack Berbasis Teknologi pada Ranting Muhammadiyah Blagung untuk Keberlangsungan Usaha” ini didanai penuh oleh Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi, Direktorat Riset, Pengabdian Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI UMS, diselenggarakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2026 di Simo, Boyolali. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi catur dharma perguruan tinggi sekaligus dukungan UMS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9, SDG 12, dan SDG 17.

Zahin Snack memproduksi aneka makanan ringan seperti keripik singkong, keripik tempe, keripik usus, hingga balung kethek (balket) yang memanfaatkan bahan baku lokal. Usaha ini memiliki peran ganda yang sangat strategis: selain menjadi penopang ekonomi keluarga pengelola, Zahin Snack berfungsi sebagai instrumen pendukung kegiatan sosial dan dakwah persyarikatan di tingkat ranting.

Namun, analisis situasi yang dilakukan tim pengabdi mengungkapkan sejumlah permasalahan krusial yang mengancam keberlanjutan usaha. Secara hulu hingga hilir, pengelolaan usaha masih dilakukan secara konvensional. Pencatatan keuangan belum terpisah antara kas usaha dan kas pribadi, penetapan harga jual belum didasarkan pada kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) yang presisi, serta jangkauan pemasaran yang terbatas pada sistem titip warung dan mitra kantin lokal (seperti UMS Mart, Kantin Danau UMS, hingga ABC Mart Assalaam).

Ketua Tim Pengabdi UMS, Dr. Eskasari Putri, S.E., M.Si., Akt., dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola internal.

“Zahin Snack memiliki ghirah ekonomi yang luar biasa di tingkat Ranting. Namun, tanpa sistem tata kelola dan pencatatan yang akuntabel, usaha akan sulit berkembang dan rentan mengalami stagnasi. Pendampingan ini hadir untuk memberikan sentuhan teknologi tepat guna dan manajemen modern agar Zahin Snack mampu naik kelas serta mandiri secara ekonomi,” ujar Eskasari Senin, (12/10/2026).

Program P2M ini dipimpin oleh Dr. Eskasari Putri, S.E., M.Si., Akt., dari program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS dengan anggota tim yang terdiri dari para pakar bidang keuangan, manajemen, pemasaran digital, informatika dan gizi kesehatan yaitu, Dr. Erma Setiawati, S.E., M.M., C.A. (Akuntansi FEB UMS). Dra. Rina Trisnawati, M.Si., Ph.D. Eny Kusumawati, S.E., M.M., C.A. (Akuntansi FEB UMS). Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA (Bisnis Digiral FEB UMS)., Diah Priyawati, S.T., M.Eng. (Teknik Informatika FKI UMS), Endang Nur Widiyaningsih, SST., M.Si.Med. (Dietisien FIK UMS).

Guna memperkuat akselerasi di lapangan, program ini melibatkan 10 mahasiswa UMS dari berbagai disiplin ilmu. Keterlibatan mahasiswa ini dirancang terintegrasi dengan skema rekognisi Satuan Kredit Semester (SKS) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mencakup mata kuliah pengabdian masyarakat, KKN tematik, hingga asistensi praktikum.

Dalam upaya memperkuat kapasitas usaha Zahin Snack, tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan pendampingan intensif yang berfokus pada lima pilar utama akselerasi UMKM. Pilar pertama adalah internalisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), yang diarahkan untuk menanamkan nilai amanah, transparansi, dan kehalalan dalam operasional usaha, sekaligus mendorong mitra menghindari praktik ribawi, penipuan, dan ketidakpastian (gharar).

Pilar kedua berfokus pada peningkatan kualitas gizi dan standardisasi produk. Di bawah bimbingan pakar gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, mitra didampingi untuk mengembangkan camilan sehat berbahan lokal, seperti singkong, ubi jalar, dan tempe. Mitra juga didorong menerapkan metode pengolahan rendah lemak melalui pemanggangan (baking), melengkapi kemasan dengan Informasi Nilai Gizi (ING), serta memenuhi persyaratan legalitas izin edar sesuai ketentuan.

Pilar ketiga adalah penertiban keuangan dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi. Dalam pilar ini, mitra dibimbing menerapkan pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel, Google Sheets, dan buku kas harian. Perhitungan HPP dilakukan secara terperinci dengan memperhitungkan Biaya Bahan Baku (BBB), Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL), dan Biaya Overhead Pabrik (BOP) sebagai dasar penetapan harga jual yang tepat.

Pilar keempat mencakup pemasaran digital dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS). Untuk mendukung pengembangan usaha, tim UMS memberikan hibah teknologi tepat guna berupa mesin pengemas Continuous Band Sealer POWERPACK SFR-800LW/P guna meningkatkan kerapatan dan estetika kemasan produk. Pendampingan juga dilakukan melalui pembuatan konten kreatif untuk Instagram dan TikTok, optimalisasi WhatsApp Business, serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google My Business agar produk lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Pilar kelima adalah tata kelola usaha yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Melalui pilar ini, mitra memperoleh edukasi mengenai pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) usaha, serta pemisahan rekening bank pribadi dan rekening usaha. Penerapan tata kelola yang tertib diharapkan dapat mendukung profesionalisme pengelolaan bisnis sekaligus memperluas akses UMKM terhadap sumber permodalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program P2M tersebut, UMS menargetkan sejumlah luaran terukur, meliputi tersusunnya satu sistem atau buku pencatatan keuangan beserta laporan laba rugi bulanan, tersedianya dokumen perhitungan HPP dan harga jual yang akurat untuk minimal tiga jenis produk, serta terbentuknya minimal 1 akun pemasaran digital aktif dengan target peningkatan omzet penjualan sebesar 20% dan peningkatan pemahaman mitra mengenai muamalah Islami sebesar 70% berdasarkan modul AIK.

Melalui pendampingan yang partisipatif dan berkelanjutan ini, UMS tidak hanya membantu memajukan sektor riil masyarakat, tetapi juga menjadikan Zahin Snack sebagai pilar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berbasis ekonomi di Ranting Blagung yang berkemajuan, mandiri, dan membawa keberkahan bagi umat. (ama155/Maysali/Humas)

Sumber Informasi & Rujukan UMS
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...